JAKARTA - Partai Demokrat mengakui, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kurang diberikan kesempatan bicara ke publik. Porsi bicara lebih banyak diambil Ketua Harian Syarif Hasan.
"Kan ada Ketua Harian, sehingga Ketua Harian lah yang bicara. Jadi Mas Ibas kurang kesempatan," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Menurut Melani, saat ini, putra SBY itu belum punya kesempatan biacara banyak ke publik. Dia yakin, jika kesempatan itu ada, Ibas bisa beretorika dengan baik.
"Belum ada kesempatan saja, karena Syarief Hasan (yang ngomong terus). Kalau diberi kesempatan, bagus. Waktu beliau menyampaikan presentasi untuk para caleg, itu dengan gaya anak muda," ungkapnya.
Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menawarkan solusi atas minimnya stok juru bicara di partai berlambang bintang mercy itu. Menurut Anas, sejatinya Demokrat memiliki talenta tersembunyi, yaitu sosok Edhie Baskoro Yudhoyono.
"Sekjen Partai punya kemampuan, tinggal dikeluarkan saja. Mas Ibas kan sekarang masih agak jarang keluar tampil," terangnya.
Menurutnya, SBY sudah saatnya mengeluarkan Ibas menjadi juru bicara karena dia memiliki kualifikasi yang baik.
"Kurang menguntungkan kalau SBY lebih banyak menyimpan Ibas. Ibas itu tenang, cool, ganteng. Dan menurut saya dia memenuhi kualifikasi. Apalagi posisi sebagai Sekjen," paparnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.