JAKARTA - Mungkin sebagian masyarakat masih asing dengan tanaman kelor. Namun siapa sangka jika tanaman tersebut justru berhasil memikat hati peneliti asal Jerman. Sebab, memiliki berbagai khasiat kesehatan, tanaman kelor juga berpotensi sebagai biomassa.
Demikian dikatakan Prof Cristian Stollberg Wismar University of Applied Science, Jerman dalam kuliah umum di jurusan Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mengangkat tema Plant Ingredients, Christian membuka wawasan mahasiswa Jurusan Biologi untuk berupaya memanfaatkan biomassa tumbuhan.
"Ini berkaitan menjawab permasalahan dunia modern, seperti kesehatan, energi, dan pangan. Sebab, Indonesia memiliki potensi sumber daya biomassa yang sangat besar yang belum tentu dimiliki oleh negara lain," tutur Christian, seperti dikutip dari ITS Online, Kamis (14/11/2013).
Dalam presentasinya, Christian mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi tanaman kelor atau Moringa Oleifera di Indonesia yang melimpah dan jarang dimanfaatkan. Kini, tanaman ini dilirik negara-negara barat karena kandungan flavonoid sebagai antikanker dan sumber mineral lainnya yang sangat tinggi.
''Kelor mengandung zat antioxidative dan mineral seperti potassium yang empat kali lebih besar dari tanaman yang pernah diteliti sebelumnya,'' ujarnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Biologi ITS, yakni Arida Wahyu Barselia mengaku, kuliah tersebut berhasil membuka pemikirannya bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar. ''Tidak menutup kemungkinan menjadi terobosan baru sebagi penghasil biofuel terbesar di dunia,'' kata Arida.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.