KARANGANYAR - Calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra, I Nyoman Sariana, dibekuk tim Resmob Polres Karanganyar karena diduga menjadi dalang penculikan. Pelaku mengaku dijebak oleh Kris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.
Kris merupakan teman dekat AP yang meminta bantuan pada Nyoman untuk menagihkan utang pada orangtua Ridzky Zulfikar. Tersangka menyimpulkan, kasus yang menimpannya terdapat muatan politis terkait pencalonannya sebagai wakil rakyat.
Menurut Nyoman, semula dia hanya dimintai tolong untuk memediasi dengan orangtua korban, namun tiba-tiba perintah mediasi tersebut berubah menjadi penculikan. Nyoman mengaku tidak mengetahui bila korban yang datang dengan membawa mobil rental dipaksa masuk ke mobil oleh pelaku lainnya.
Tak hanya itu, meskipun dia ikut di dalam mobil, tapi Nyoman sama sekali tidak mengetahui bila mobil yang disewa beserta korban dibawa menuju Kebumen, Jawa Tengah.
“Saya meyakini ini ada unsur politis di balik kasus ini. Saya yakin Kris menjebak saya karena dipesan oleh orang di internal partai," ujar Nyoman saat gelar perkara di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2013).
Caleg Partai Gerindra Karanganyar itu mengaku memiliki basis massa yang kuat. Pasalnya, dia telah melakukan sosialisasi di tiga kecamatan yaitu Matesih, Karanganyar Kota, dan Mojogedang, sehingga tidak tertutup kemungkinan ada penjebakan untuk menjegal pencalegannya.
Kendati demikian, Nyoman enggan menyebutkan aktor politik yang tersebut dari internal partai atau lain partai karena pertarungan politik di Dapil Karanganyar 1 cukup ketat. Dia mengaku memiliki peluang yang kuat untuk terpilih.
“Kita lihat saja nanti sesuai waktu berjalan akan terjawab bahwa sebenarnya saya dijebak dalam kasus ini karena saya itu hanya diminta mediasi kok tiba-tiba mereka menculik paksa, dan anehnya si Kris hilang sebagai DPO,” tukasnya.
Kini Nyoman mengaku pasrah karena harus berurusan dengan hukum. Dia juga tidak dapat melakukan pembelaan dan mempertanggungjawabkan ke Partai Gerindra DPC Karanganyar karena masih mendekam di tahanan.
“Saya berharap pengurus Partai Gerindra baik pusat sampai daerah jangan langsung mengambil vonis atas kasus ini, tetapi cek dulu secara detail untuk mengetahui bahwa saya dijebak,” tuturnya.