JAKARTA - Perbedaan pendapat dari anggota koalisi terjadi dalam sidang paripurna DPR dalam bahasan perpanjangan masa kerja Timwas Century dan Perppu MK, beberapa waktu lalu.
Politikus Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani menegaskan perbedaan pendapat tersebut bukanlah suatu pengkhianatan terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jangan terlalu gampang menilai bahwa ini pengkhianatan. Jangan asal ngomong dan memberi wacana seperti itu," ujar Ahmad Yani saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Kamis (26/12/2013) malam.
Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, ada alasan kuat dari para anggota koalisi untuk menolak perpanjangan kerja Timwas Century. Namun, tidak semua anggota menolak perpanjangan tersebut.
"Ada alasan penting bagi mereka yang menolak. Tapi kan tidak semua menolak, ada juga yang menerima, itu hak mereka. Jangan bilang hal seperti ini sebagai pengkhianatan. Tunjukkan tindakan nyata dan kongkrit bukan bicara seperti itu. Lagipula timwas sudah dinyatakan diperpanjang oleh DPR, ya kita ikuti saja," paparnya.
Dalam voting yang dilakukan saat paripurna itu, tercatat 157 orang yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PPP menolak memperpanjang masa kerja Timwas Century.
Sedangkan fraksi lainnya yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Partai Hanura yang total berjumlah 248 sepakat memperpanjang masa kerja Timwas.
Di antara 560 anggota dewan, tercatat hanya 405 legislator yang mengikuti voting terkait Timwas Century. Dengan demikian, DPR sepakat untuk memperpanjang masa kerja timwas, dan keputusan ini langsung disahkan.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.