BANDUNG - Pihak Kepolisian menyesalkan ketiadaan alat bantu penyelidikan berupa kamera pengintai atau CCTV di lokasi perampokan VIT Money Changer Authorized pada Sabtu 28 Desember.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan dari hasil pemeriksaan tiga titik CCTV yang seharusnya merekam segala aktivitas tempat itu ternyata sudah mati.
“Dari tiga CCTV itu ternyata sudah mati sejak tiga bulan lalu. Kita sayangkan itu,” ucaapnya.
Menurutnya, dengan ketiadaan CCTV polisi mendapat kendala. “Jadi ya kita minim data. Terutama ciri-ciri pelaku ini kita hanya dapat dari saksi korban saja,” jelasnya.
Truno menilai, keberadaan CCTV dirasa sangat membantu Kepolisian jika terjadi sesuatu hal.
Dalam kesempatan itu, pihaknya pun berharap agar para pengelola tempat seperti bank, money changer, mini market, atau pun tempat keramaian lainnya bisa mempersiapkan CCTV untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.