JAKARTA - Apa yang terbesit di benakmu ketika mendengar kata galau? Beragam makna galau pun dipersepsikan berbeda oleh kaum muda. Galau pun bisa negatif dan positif, tergantung dari bagaimana kalian menyikapinya. Kendati galau, cobalah untuk selalu berpikiran positif.
Menurut mahasiswi Universitas Krisnadwipayana Mutiara Nur Zahra, galau bisa dikatakan wajar jika mengalihkan perhatian ke hal-hal yang positif. Sementara galau yang tidak wajar menjadi sebuah obsesi yang tidak sehat, sehingga bisa saja berperilaku menyimpang.
"Kalau misalnya cuma galau doang biasa lah, tapi kalau terobsesi terhadap seseorang, bisa saja dibunuh," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/3/2014).
Contoh saja, tutur mahasiswi yang akrab disapa Zahra itu, mengatakan bahwa obsesi kuat dalam memiliki seseorang serta harus dimiliki, membuat seseorang tidak mau menerima penolakan. Alhasil, bisa saja orang tersebut berbuat jahat.
Menurut mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ratih Kusuma Putri, galau yang bisa bikin brutal karena menjadi korban sinetron.
"Seharusnya jam tayang juga harus dikurangi atau tayangan tersebut ditayangkan pada jam malam," ucap mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu.
Selain itu, dia menyebut faktor lainnya yaitu mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi, sehingga tidak mau diatur oleh orang lain. "Galau brutal juga karena disebabkan adanya perasaan cemas dan takut. Dia melawan ketakutannya dan kelepasan yang tadinya hanya ingin meneror saja, tapi malah hingga meninggal," ungkap cewek kelahiran Jakarta, 13 Juni 1990 itu.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.