nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Modul Antikorupsi Harus Masuk Mata Kuliah di Tiap Kampus

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Rabu 26 Maret 2014 12:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 03 26 373 960890 dnrtH7r8VG.jpg Pendidikan Antikorupsi di PSJ UI. (Foto: Marieska Harya/Okezone)

DEPOK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyosialisasikan gerakan antikorupsi di dunia pendidikan. Salah satunya dengan menggulirkan modul antikorupsi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Juru Bicara KPK Johan Budi juga menyesalkan adanya sejumlah profesor yang terjerat kasus korupsi. Ia mencontohkan salah satunya adalah Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) juga sudah ditahan KPK.

"Saya alumni UI di Fakultas Teknik. Warek UI saja ditahan KPK. Lalu politisi, gubernur, bupati, anggota DPR, DPRD, tak ada yang steril. Dulu kampus tempat cetak orang mulia. Tetapi faktanya di kampus ada korupsi," tukasnya dalam seminar Rembuk Nasional 'Demi Bangsa, Demi Negara', di Kampus UI, Selasa (26/3/2014).

Johan menyebut bahwa yang tidak korupsi hanyalah mahasiswa.  Sebab, lanjutnya, mahasiswa steril dari kepentingan apapun.

"Seseorang yang menyandang status mahasiswa, orang itu terbebas dari kepentingan-kepentingan politik. Tetapi ketika status mahasiswanya lepas, lalu bisa terjerat," katanya.

Sampai umur 10 tahun KPK berdiri, Johan menambahkan bahwa KP sudah melakukan pencegahan dan penindakan. KPK bergerak di ranah pendidikan antikorupsi dengan menyebar modul antikorupsi sebagai mata ajar yang dapat diunduh.

"Kerja sama dengan universitas, terakhir di Jawa Tengah. Kami terapkan prinsip-prinsip ada sembilan nilai di dalam modul itu. Baik tentang kebaikan dan kejujuran. KPK menganggap pendidikan sebagai entitas terdepan, garda terdepan untuk melahirkan pemimpin. Modul ini ada dari SD, SMP, SMU. Apakah UI sudah punya mata kuliah antikorupsi saya belum tahu, kalau ITB dan UGM sudah," tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini