nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK & Kampus Tangkal Tren Korupsi Generasi Muda

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 14 Agustus 2014 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 08 14 373 1024555 5UqOwAed9G.jpg KPK menggandeng pihak kampus untuk mewujudkan pemerintahan bebas korupsi. (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Berbagai kasus korupsi mengindikasikan keterlibatan generasi muda kian tinggi. Tren baru korupsi oleh generasi muda ditandai dengan keterlibatan para politikus muda di bawah 40 tahun seperti Nazarudin dan Anas Urbaningrum.

Tren ini pun menggugah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng pihak kampus untuk mewujudkan pemerintahan bebas korupsi. Salah satunya, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Ketua KPK Abraham Samad memaparkan, KPK melihat telah terjadi regenerasi dalam tren korupsi ini telah mengalami regenerasi. "Saat ini generasi muda kita sudah mulai terjebak dengan kasus korupsi. Pegawai pajak yang kami tangkap ada yang umurnya 29 tahun," ungkap Abraham usai Seminar Nasional "Sinergitas KPK, Birokrasi & Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan Pemerintahan Bebas Korupsi"  di Kampus UNS,Solo,Jawa Tengah, Kamis (14/8/2014).

Samad menilai, keterlibatan politisi muda dalam kasus korupsi menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam sistem nilai dan budaya yang selama ini berkembang. Karena itu, saat ini KPK tidak hanya mengembangkan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, tetapi juga sejak usia dini, setingkat PAUD.

"Kurikulum antikorupsi untuk usia dini misalnya dengan dongeng antikorupsi untuk playgroup," jelasnya.

Pendekatan akademis ini, kata Samad, diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang kokoh dan punya integritas kuat, bukan generasi muda yang hanyut oleh arus globalisasi serta terjebak menjadi hedonis, dan konsumeristik.

Terobosan lainnya, adalah pengembangan pendidikan anti korupsi berbasis keluarga. Misalnya dengan membentuk nilai-nilai atau budaya antikorupsi di dalam intern rumah tangga.

"Kami prihatin karena ada suami istri yang ditangkap KPK karena kasus korupsi," terang Samad.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini