nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berantas Korupsi, KPK Gandeng 3 Kampus

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Senin 30 Juni 2014 14:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 06 30 373 1005945 AE46Vou1cR.jpg KPK menggandeng tiga kampus di Semarang untuk akses perpustakaan dalam pemanfaatan publikasi lokal tentang korupsi.

JAKARTA - Korupsi telah menggurita di berbagai sektor kehidupan. Berbagai pihak pun bahu membahu dalam memotong rantai korupsi tersebut, termasuk kampus.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, peran kampus sebenarnya sangat signifikan dalam memberantas korupsi. Sayangnya, baru kampus-kampus di pulau Jawa yang bergairah melakukan upaya-upaya pemberantasan korupsi. Mereka juga aktif memasukkan materi pemberantasan dan pencegahan korupsi pada setiap perkuliahan.

"Sementara itu, kampus di luar Jawa masih bersifat 'musiman'.  Sehingga perlu sentuhan-sentuhan dalam memberikan perkuliahan kepada mahasiswanya terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi," kata Adnan.

Untuk menggiatkan geliat pemberantasan korupsi di kalangan perguruan tinggi, KPK pun menggandeng tiga kampus di Semarang untuk akses perpustakaan dalam pemanfaatan publikasi lokal. Ketiga kampus itu adalah Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Katolik Soegijapranata. 

Adnan menyampaikan, KPK memandang perlu bekerjasama dengan perguruan tinggi karena selama ini banyak publikasi lokal di perguruan tinggi yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi. Publikasi itu tertuang dalam seperti skripsi, tesis, disertasi serta hasil kajian dan penelitian.

Dia pun mengapresiasi ketiga kampus tersebut atas keaktifan mereka dalam menerapkan persoalan pencegahan dan pemberantasan korupsi pada mahasiswanya. "Kami berharap kampus-kampus mampu berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui kajian-kajian yang dihasilkan," kata Adnan, seperti dikutip dari laman Unnes, Senin (30/6/2014).

Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, menjelaskan, pada Darma Pendidikan dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, kampus harus melakukan berbagai macam inovasi. Dalam hal pemberantasan korupsi, perguruan tinggi bisa menghelat perkuliahan antikorupsi, inovasi pendidikan antikorupsi dan pencegahan antikorupsi.

Melalui Darma Penelitian, perguruan tinggi harus mendorong civitas akademikanya untuk mengambil tema yang terkait dengan korupsi dalam penelitian di bidang studi masing-masing. "Banyaknya referensi tentang korupsi diharapankan bisa memberi suatu pemahaman tentang nila antikorupsi yang semakin luas," tutur Fathur.

Fathur berharap, kerjasama antara perguruan tinggi dengan KPK akan terus berlanjut. Kedua lembaga, imbuhnya, dapat saling mengakses publikasi maupun jurnal.

"Lebih bersyukur lagi jika KPK menyediakan jurnal internasional khusus terkait korupsi," imbuhnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini