Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelajar Ramai-Ramai Susuri Sungai Ciliwung

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 21 April 2014 |11:44 WIB
Pelajar Ramai-Ramai Susuri Sungai Ciliwung
A
A
A

DEPOK - Memperingati Hari Bumi (earth day) pada 22 April, puluhan siswa SD Sekolah Alam, Jalan Bungsan 80, Bedahan, Sawangan, Depok menyusuri Sungai Ciliwung. Mereka memulainya dari bagian Sungai Ciliwung yang melintasi Perumahan Grand Depok City, Kota Kembang, Depok.
 
Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Komunitas Ciliwung tersebut bertujuan mengajak siswa untuk mengenal lebih dekat kondisi terkini Sungai Ciliwung. Kepala Sekolah Alam Gedwina Nur Azizah S.Sn mengatakan selain terkait Hari Bumi, Ciliwung menjadi salah satu program Depok dan menjadi tempat edukasi, sekaligus ekowisata.
 
"Berhubungan ekowisata. Dan kebetulan, anak-anak Sekolah Alam Depok belum kemari, sungai - sungai apa saja, kondisi di Jakarta sendiri tahu soal Ciliwung seperti apa tetapi kami ajak langsung datang kesini, mereka dapat edukasi dari Komunitas Ciliwung. Hari ini ada 24 anak SD kelas 6," katanya di lokasi, Senin (21/04/2014).
 
Namun sayangnya karena arus terlalu deras, maka pihak sekolah membatalkan rencana menyusuri Ciliwung menggunakan perahu karet. Akhirnya para pelajar menyusuri Ciliwung (tracking) sambil mengenal ekosistem.
 
"Rundown sebenarnya mau rafting, tetapi arusnya deras, kami susuri bantaran Ciliwung saja, sambil diberikan edukasi sejarah Ciliwung, cara menjaganya, sekaligus bersih - bersih," ungkapnya.
 
Tujuannya, kata Gedwina, agar anak lebih peduli terhadap lingkungan, sekolah ataupun sekitar mereka. Hal itu juga terintegrasi dengan Kurikulum 2013 yang berwawasan lingkungan serta mata pelajaran tentang pemerintahan untuk mengenal kota tempat tinggal mereka. "Pembelajaran tentang pemerintahan. Sungai Ciliwung, juga terintegrasi dengan pelajaran lingkungan hidup," paparnya.
 
Pegiat Komunitas Ciliwung Taufik D Soleh mengatakan kondisi Ciliwung saat ini masih terus diperjuangkan untuk membersihkannya dari pencemaran, terutama sampah. Pihaknya bersama teman - teman paling jengkel dengan ulah masyarakat yang kerap membuang sampah di Ciliwung.
 
"Biasanya warga asal lempar sampah saja tiap 15 menit ke Sungai Ciliwung, ada saja sebelum berangkat ke kantor. Lewat pakai motor maupun mobil. Langsung lempar sampah, biasanya kami sudah teriak - teriak. Saat ini jauh lebih berkurang, karena itu edukasi lingkungan ini harus dimulai sejak dini," tandasnya.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement