Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kalijambe "Pemasok" Fosil Purba Terbanyak di Indonesia

Bramantyo , Jurnalis-Rabu, 04 Juni 2014 |00:18 WIB
Kalijambe
Ilustrasi fosil
A
A
A

SOLO - Wilayah Sangiran dinyatakan sebagai kawasan yang paling banyak ditemukan fosil purba, baik itu fosil manusia, hewan purba dan fosil tumbuhan.

Tidak hanya itu, artefak dan lapisan tanah yang mengendap lebih dari dari 2 juta tahun silam juga masih terekam di wilayah tersebut.

Wilayah Sangiran yang berada 15 km di sebelah utara Kota Solo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia nomor 593 pada 1996 dengan nama “The Sangiran Early Man Site”.

Kawasan Situs Sangiran meliputi  dua Kabupaten yaitu Sragen dan Karanganyar. Situs berada 15 km di sebelah utara Kota Solo. Dan saat ini kawasan desa yang masuk wilayah Situs Sangiran telah dipasangi papan penjelasan dan ketentuan Undang Undang (UU) nomor 11 tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya.

Ada empat kecamatan yang masuk sebagai kawasan Situs Sangiran, yakni  Kecamatan Kalijambe, Plupuh, dan Gemolong di Kabupaten Sragen serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Wilayah yang paling banyak ditemukan fosil purba adalah Kalijambe.

Penemuan fosil tersebut di simpan di Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Sukronedi, mengatakan, jumlah fosil yang ada di gudang Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran mencapai sekitar 34 ribu.

"Dari empat kecamatan yang masuk kawasan Situs Sangiran, paling banyak dari daerah Bukuran, Kalijambe," terang Sukronedi kepada Okezone di Sragen, Jawa Tengah.

Lebih lanjut Sukronedi menjelaskan, jika masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap penemuan fosil. Mereka cepat melaporkan pada kantor BPSMP Sangiran yang mulai beroperasi sejak 2009.

Sebelum 2007, BPSMP hanya menjadi unit kerja dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

"Penyerahan fosil temuan masyarakat ke BPSMP Sangiran intensif sekali, kondisinya juga baik bahkan ada yang masih utuh bentuknya," terangnya.

Lebih lanjut Sukronedi menyebutkan, jika BPSMP akan memberikan reward kepada masyarakat yang menemukan fosil. Besarnya tergantung dari ukuran, kelangkaan, keutuhan fosil purba yang ditemukan.

Saat ini, lanjut Sukronedi, pihaknya terus melakukan penelitian, tidak hanya di kawasan Situs Sangiran saja tetapi juga di seluruh Indonesia, seperti di kawasan Situs Patiayam, Kabupaten Kudus.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement