KARACHI - Laporan awal mengenai insiden serangan yang terjadi di Bandara Internasional Karachi, Pakistan sudah diserahkan ke Perdana Menteri Nawaz Sharif. Dalam laporan tersebut menyebutkan niat kelompok Taliban yang ingin menghancurkan seluruh pesawat.
Sebelumnya kelompok Taliban sudah mengakui bertanggungjawab dalam serangan di Bandara Jinnah, Karachi. Mereka menyebutkan serangan itu merupakan bentuk balas dendam atas ulah pasukan militer Pakistan yang melakukan aksi militer di basis pertahanan Taliban.
Mayor Jenderal Asim Bajwa menyebutkan bahwa pengamanan menyeluruh dari bandara sudah selesai. Otorisasi bandara akan diserahkan kepada pihak penerbangan sipil.
"Penerbangan akan kembali diaktifkan pada Pukul 4.00 sorea (waktu setempat)," pernyataan pihak penerbangan sipil Pakistan (CAA), seperti dikutip The News International, Senin (9/6/2014).
Sebelumnya, beberapa orang yang diketahui masuk ke dalam lingkungan Bandara Jinnah, menggunakan dengan senjata lengkap. Aksi baku tembak antara pasukan Pakistan dengan kelompok militan bahkan berlangsung hingga hampir 20 jam.
Menurut seorang sumber intelijen Pakistan mengatakan, percobaan pembajakan itu gagal karena pihak berwenang langsung melakukan tindakan keras untuk menangkal serangan Taliban.
Hingga saat ini, dilaporkan 28 orang tewas akibat serangan ini, termasuk 10 orang anggota Taliban yang melakukan penyerangan. Pihak berwenang pun terus melakukan pencarian di sekitar bandara, untuk mencari adanya anggota Taliban yang masih berkeliaran di bandara.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.