Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dosen Arsitektur UI Bangun Rumah Kampung di Lahan Bekas Kebakaran

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Kamis, 12 Juni 2014 |09:19 WIB
Dosen Arsitektur UI Bangun Rumah Kampung di Lahan Bekas Kebakaran
Ilustrasi Gedung UI. (Foto: Heru Haryono/Okezone)
A
A
A

DEPOK - Dosen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D berhasil masuk sebagai nominator ajang Zumtobel Group Award 2014 atas gagasannya berupa prototipe rumah tinggal kampung dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan keasrian lingkungan di wilayah padat penduduk yang dinamakan Megacity Skeleton.

Adapun dari 356 proyek yang diajukan dari seluruh dunia, Megacity Skeleton berhasil menjadi nominator pada kategori Urban Developments & Initiatives.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan di London pada 22 September 2014. Metode desain "Megacity Skeleton" menawarkan konsep pembuatan void atau celah kosong di bagian belakang rumah sehingga bagian dalam rumah akan memperoleh sinar matahari yang cukup tanpa kehilangan atmosfer kampung yang unik.

Dengan void selebar 500 mm (50cm), efek perubahan yang dihasilkan cukup besar. Sinar matahari terbukti sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kesehatan tubuh maupun lingkungan.

Kepala Kantor Komunikasi UI Farida Haryoko dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone mengatakan, sejak 2013, Evawani bersama dengan Departemen Arsitektur FTUI berkolaborasi dengan The Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Chiba University Jepang telah mengimplementasikan proyek penelitian dan pengabdian masyarakat Megacity Skeleton dengan membangun Rumah Pintar di atas lahan bekas kebakaran di Kampung Cikini, Jakarta.

Selama pelaksanaan proyek, tim UI maupun tim Jepang bahu membahu dengan warga untuk mewujudkan bangunan melalui serangkaian pertemuan dan workshop.

"Bahkan tiga mahasiswa Chiba University tinggal selama 10 bulan di kampung agar dapat membaur dan berkomunikasi langsung sehingga proses community engagement juga dapat berlangsung secara intensif. Kini, Rumah Pintar Cikini telah dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat melangsungkan kegiatan belajar, membaca, menulis maupun bermain," kata Farida, Kamis (12/6/2014).

Farida menambahkan, Zumtobel Award merupakan penghargaan yang diprakarsai oleh The Zumtobel Group, salah satu perusahaan tata cahaya terkemuka di Eropa. Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, Zumtobel telah memberikan award sebanyak empat kali. Tahun ini terdapat tiga kategori yang dilombakan yaitu Buildings, Urban Development and Initiatives dan Applied Innovations.

Kategori Urban Development and Initiatives akan menilai usulan proyek dalam konteks urban seperti pengembangan kota/strategi perencanaan kota, master plan, proyek-proyek ruang publik serta proyek riset dan usulan rekayasa sosial yang sedang berjalan, yang ditujukan untuk meningkatkan keberlanjutan dan kualitas hidup.

"Sekaligus memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan mendasar yang dihadapi oleh wilayah perkotaan," jelasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement