Share

Beasiswa di Belanda Menanti si Peraih IPK Tertinggi

Bramantyo, Okezone · Rabu 18 Juni 2014 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 17 373 1000278 3QiOx9j7Nd.jpg Angga Dwi Tuti Lestari, peraih IPK tertinggi di UNS. (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Angga Dwituti Lestari bersiap melanjutkan kuliahnya di Leiden University, Belanda lepas dirinya diwisuda. Eng, begitu dia biasa disapa, merupakan mahasiswi asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berprestasi dengan IPK tertinggi sebesar 3,98.

Selama kuliah di Belanda, wisudawan terbaik UNS ini mengambil tema skripsi tentang karakter fisilogis dan biokimia buah alpukat dengan perlakuan suhu dan kitosan (cangkang udang) untuk menghambat proses pemasakan selama penyimpanan. Eng nantinya berencana mengambil jurusan Plant Biology and Natural product.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Alhamdulilah saya dapat beasiswa lagi melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Afirmasi. Kenapa saya pilih Belanda, kebetulan, dosen saya ada yang kuliah S3 di Belanda. Sayangnya di Jerman tidak ada jurusan yang saya ambil. kalau Inggris ada, tapi saya tidak punya kenalan," jelasnya, kepada Okezone.

Karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan itulah, ayahnya tak pernah memberikan dirinya hadiah. Meskipun sejak duduk di bangku sekolah dasar, Eng yang semula bercita-cita ingin menjadi seorang dokter ini selalu mendapatkan peringkat terbaik. Kalau pun ada, ayah dan ibunya selalu mengajaknya makan mi ayam bersama.

Sekadar informasi, Eng merupakan mahasiswi program studi Biologi Fakultas MIPA UNS angkatan 2010 yang diterima, dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

"Ayah saya seorang petani. Ibu saya lulus SD saja tidak. Terus terang pada mulanya saya bingung kalau mau melanjutkan sekolah uang dari mana. Untungnya saya dapat bidikmisi," papar Eng.

Meskipun Eng mendapatkan bidikmisi, dirinya mengaku tak bisa hanya berdiam diri saja. Untuk menghidupi biaya sehari-hari selama berkuliah di Kota Solo, pada awal semester, Eng bekerja sebagai guru les. Namun pekerjaan tersebut hanya dia lakukan pada semester awal saja, sebab beasiswa bidikmisi yang didapatkannya sudah cukup membantu.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini