JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, kembali mengkritik Pemprov DKI dan Gubernur DKI Joko Widodo terkait rencana pembangunan stadion bertaraf internasional di atas Taman Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) Jakarta Utara.
Selain itu Prijanto juga mengungkap adanya korupsi dalam penggadaan Bus Transjakarta yang saat ini masih disidik Kejaksaan Agung.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Sjahrial menilai, Prijanto melakukan kejar tayang terkait dengan pernyataannya tersebut.
"Ada apa dengan Prijanto. Kok bisa-bisanya melaporkan kasus dugaan korupsi menjelang pilpres. Jangan cari-cari sensasi lah," ujar Sjahrial di Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Dia mengatakan, dalam kasus taman BMW kalau pun ada pelanggaran, Prijanto juga harus bertanggung jawab, karena dia sebagai mantan wakil gubernur DKI.
Sementara dalam kasus dugaan korupsi Bus Transjakarta, Jokowi kata dia tidak pernah memerintahkan untuk membeli Bus Transjakarta berkarat.
"Tidak ada perintah Jokowi untuk membeli busway karatan. Kalau mau disalahkan, tentu kepala dinasnya yang harus disalahkan,"ujarnya.
Oleh karena itu ia meminta Prijanto jangan membawa-bawa nama Jokowi.
"Tidak bisa menyeret-nyeret nama Jokowi. Karena gubernur tidak mungkin menyarankan untuk melakukan pelanggaran atau memerintahkan anak buahnya untuk membeli mobil karatan,"pungkasnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku heran mengapa laporan mengenai kasus korupsi taman BMW dan Bus Transjakarta belum direspon dengan baik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat sudah dua kali Prijanto melapor ke KPK terkait adanya dugaan korupsi yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 747 miliar dalam kasus taman BMW di Jakarta.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.