Cuaca Tak Bersahabat, Pendaki Lawu Diminta Waspada

Bramantyo, Okezone · Sabtu 16 Agustus 2014 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 16 511 1025466 cgQXrlY2wZ.jpg Gunung Lawu (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR – Momen menjelang peringatan HUT RI ke-69 pada 17 Agustus besok, biasanya volume pendaki di Gunung Lawu meningkat tajam. Para pendaki akan melakukan tirakatan dan dilanjutkan dengan upacara bendera di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut.

Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Magetan, Jawa Timur kembali menjadi tujuan pendaki, sebab beberapa waktu lalu jalur pendakian Gunung Semeru dan Gunung Slamet ditutup. Demikian juga dengan pendaki di Gunung Merapi juga dibatasi.

 

Menurut salah satu pendaki dari Cilacap, Supriyanto, menyebutkan jika dirinya tadi sempat di beri arahan oleh petugas relawan di Posko Cemoro Kandang.

Supriyanto bersama yang datang bersama rombongan berjumlah sembilan orang ketika mendaftar di posko sudah di peringatkan agar berhati-hati. Karena cuaca di puncak sedang tidak bersahabat.

Supriyanto menyebutkan jika petugas posko sempat berujar jika beberapa waktu ini cuaca di puncak lawu tidak bisa diprediksi.  puncak  turun hingga minus enam derajat Celsius.

"Katanya suhunya di atas (puncak) turun sampai minus enam derajat Celsius," jelasnya di Karanganyar Jawa Tengah, Sabtu (16/8/2014).

Ketika Okezone hendak menemui petugas di Posko Cemoro Kandang, tidak ada satu orangpun di sana. Yang ada hanya beberapa anjing penjaga yang ikut meramaikan suasana.

"Kayanya lagi patroli di sekitar sini mas, atau lagi sholat," terang salah seorang pendaki yang sedang mendirikan tenda di sekitar posko.

Salah satu pendaki yang ditemui Okezone di warung depan posko Cemoro Kandang, Oky (29) menyebutkan hampir tiap waktu  dirinya selalu naik ke puncak Lawu.

"Tidak terbatas pada bulan Suro atau tahun baru. Jika kepingin, kondisi lagi fit, stamina oke, ya jalan saja (mendaki)," jelasnya.

Jadi sedikit banyak Oky mengetahui karakteristik Gunung Lawu. Untuk musim dengan cuaca ekstrem seperti ini Oky yang juga aktif di pecinta alam dan arung jeram ini bisa menyikapinya. 

Oky menyarankan agar pendaki menyediakan bekal yang cukup baik itu makanan maupun minuman juga obat-obatan yang penting dan tak lupa jaket tebal dan jas hujan harus ada.

"Sebab suhu ekstrem bisa menyebabkan hipotermia. Harus benar-benar di jaga. Belum lagi kabut yang turun secara tiba-tiba juga harus selalu diwaspadai," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini