Karanganyar Nafsu Kuasai Penuh Gunung Lawu

Bramantyo, Okezone · Jum'at 21 Maret 2014 01:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 21 511 958422 RYRuPubiOz.jpg

KARANGANYAR- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karanganyar, Jawa Tengah, mendukung sepenuhnya upaya  Pemerintah Karanganyar untuk bisa menguasai penuh keberadaan Gunung Lawu.

Pasalnya, pihak DPRD melihat adanya keseriusan dari Pemkab Magetan menyulap habis wilayah Gunung Lawu pada bagian timur. Berbeda dengan wilayah Karanganyar, di wilayah Jawa Timur, tepatnya di depan pintu masuk Cemoro Sewu, Pemkab Magetan menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata. Di mana,shelter-shelter pedagang kaki lima di tata sedemikian cantiknya.

Meskipun kondisi serupa juga terlihat di wilayah Karanganyar, tepatnya di pintu masuk Cemoro Kandang. Namun, penataannya tidak seserius yang dilakukan Pemkab Magetan.

Wakil Pimpinan DPRD, Eko Setiyono mengakui, sebenarnya menyangkut Gunung Lawu, kedua wilayah bertetangga ini sempat ada sedikit ketegangan. Dimana, antara Pemkab Karanganyar dan Magetan pernah terlibat sengketa mata air dari lereng gunung lawu.

Bahkan, saat itu, sengketa tersebut memaksa kedua Gubernur waktu itu, Mardiyanto -era memimpin Jawa Tengah 2003-2008- dan Gubenur Jawa Timur ketika itu Imam Utomo turun tangan. Meskipun akhirnya, diputuskan mata air yang berada di lereng gunung lawu, secara wilayah masuk kedalam Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar.

"Kalau saya membaca arah pemikiran Bupati Karanganyar, itu sangat minat sekali mengelola Gunung Lawu. Apalagi, saat ini salah satu tempat wisata di gunung lawu, air terjun Grojogan Sewu diminta dengan sangat untuk dijadikan aset pariwisata karanganyar,agar bisa dikelola pemerintah karanganyar itu menjadi pintu utama Karanganyar mengelola Gunung Lawu," jelas Eko Setiyono saat ditemui Okezone DPRD Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2014).

Menurut Eko, meskipun tidak se ekstrim daerah lainnya dalam memperebutkan pengelolaan Gunung yang ada di daerah perbatasan, namun DPRD akan mendesak agar Pemkab Karanganyar tidak sedikitpun melepaskan pengelolaan Gunung Lawu.

Sebab, selain sebagai identitas kedaerahan, bila dilihat dari sisi ekonomi, dengan mengelola Gunung, mampu memacu pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar.  "Nanti lepas lagi pada ribut. Kalau mengacu pada batas aturan wilayah sudah jelas. Tapi  nanti dilihat seberapa serius pemerintah daerah mengelola aset. Nanti kalau ditanya Gunung Lawu ada di daerah mana, masak jawabnya ada di daerah perbatasan. Padahal puncaknya masuk ke wilayah Karanganyar. Kita inikan hanya bersifat memberikan masukan saja," pungkasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini