Share

Doa University of Central Florida untuk Steven Sotloff

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 04 September 2014 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 04 373 1034295 kCmQ3FY2Tf.jpg Mahasiswa University of Central Florida (UCF) mengheningkan cipta untuk Steven Sotloff. Jurnalis kedua AS yang dihukum mati ISIS ini merupakan alumnus UCF. (Foto: ABC Action News)

FLORIDA - Ratusan mahasiswa University of Central Florida (UCF) berkumpul di kampus, Rabu malam waktu setempat untuk mengenang Steven Sotloff. Alumnus UCF iniย  merupakan jurnalis kedua yang dihabisi nyawanya oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Mahasiswa Jurnalistik di UCF, Jeramy Tache, menyatakan, kedatangannya merupakan bentuk solidaritas kepada sesama almamater UCF. Menurutnya, kematian Sotloff adalah bukti kekejaman terhadap manusia.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

"Seharusnya, tidak terjadi apa-apa kepada siapa pun yang sedang menjalankan tugasnya dan melakukan hal yang benar," kata Tache seperti dilansir ABC Action News, Kamis (4/9/2014).

Meski tidak berbagi kelas yang sama dengan Sotloff, para mahasiswa ini merasakan duka mendalam melihat alumnus kampus mereka berlutut menemui ajalnya.

Mahasiswa lainnya, Melissa Catalanotto mengaku terpukul melihat berita kematian Sotloff. "Sebab, ini adalah sesuatu yang biasa kita lihat di film atau televisi. Jadi, menghadapi kejadian yang kami alami ini sangat sulit," tuturnya.

Selain para mahasiswa, rekan satu tim Sotloff di klub rugby juga kembali ke kampus untuk berbagi kesedihan.

"Dia adalah orang yang baik. Dan saya mengagumi semangatnya untuk melakukan apa yang dia percaya dan mengambil risiko untuk hal itu,"ย  ujar Chris Nault.

Selama aksi damai ini, para mahasiswa memanjatkan doa dan mengheningkan cipta untuk Sotloff. "Kami harap para korban mendapatkan ketenangan mengetahui kami berduka untuk mereka," Catalanotto mengimbuhkan.

Sebelum Sotlof, jurnalis AS lainnya, James Foley, dieksekusi ISIS. Kematian Sotlof mendorong Kantor administrasi Presiden AS Barack Obama untuk mempertimbangkan pilihan menghancurkan kelompok yang bertanggung jawab atas kematian salah satu warganya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini