JAKARTA - Kejahatan jalanan bersenjata api mulai merambah area publik seperti pusat perbelanjaan (mal). Seperti copet berpistol yang mengumbar tembakan di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu 6 September lalu.
Menurut kriminolog Universitas Indonesia (UI), Erlangga Masdiana, kejahatan di tempat umum terjadi karena kurangnya kewaspadaan dari petugas keamanan. Di samping, peredaran senjata api yang semakin luas di masyarakat.
Terkait hal ini, polisi diminta mengintensifkan razia dengan mengerahkan intelijen di tempat-tempat yang dianggap rawan kejahatan. “Sebar intel di tempat-tempat yang sering terjadi kejahatan,” kata Erlangga kepada Okezone, Senin (8/9/2013).
Erlangga menilai kejahatan bersenjata api saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Dimana telah terjadi pergeseran penggunakan senjata api oleh pelaku kejahatan. “Kalau dulu kan hanya untuk nakut-nakuti, sekarang sudah digunakan,” sambungnya.
Yang tidak kalah penting, sambung Erlangga , adalah kecerdasan aparat keamanan untuk mengenali gerak-gerak pelaku kejahatan bersenjata api. “Awareness dari petugas ini penting,” tegasnya.
Seperti diberitakan, Sabtu lalu seorang pencopet mengumbar tembakan di Mal Gandaria City. Peristiwa bermula saat sekuriti Mal curiga dengan gerak-gerik pria yang mengelilingi troli seorang ibu.
Saat ditanya oleh sekuriti, pelaku justru balik bertanya dan tiba-tiba menodongkan pistol ke arah sekuriti. Pencopet itu kemudian berusaha kabur ke basement Mal lantai 1B sambil menembakkan pistolnya ke arah sekuriti. Beruntung tembakan hanya mengenai dinding area parkir.
(Dede Suryana)