JAKARTA - Seorang pria yang diduga ketua komplotan pencopet di Terminal Pulogadung, digelandang ke kantor polisi. Dari tangan pria yang diketahui bernama Toni Sianipar (38), petugas menemukan puluhan jam tangan dan ponsel yang diduga barang hasil curian.
Kapolsek Pulogadung Kompol M. Nasir mengungkapkan, penangkapan tersebut berawal dari razia yang digelar oleh petugas gabungan Polres Jakarta Timur, Polsek Pulogadung dan Satpol PP, di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa 16 September sore.
"Sebanyak 23 orang terjaring. Salah satunya adalah pencopet bernama Toni Sianipar (38) yang ditangkap dengan barang bukti 28 jam tangan dan 29 ponsel," ujar Nasir, Rabu (17/9/2014).
Sebelum ditangkap, Toni sedang berada di antara para pedagang kaki lima. Dia duduk dengan membawa sesuatu yang mencurigakan. Setelah diperiksa ternyata barang bawaan Toni diduga hasil kejahatan. Tidak ada perlawanan dari Toni. Pria berbadan gemuk dan pendek tersebut hanya diam saat digelandang oleh anggota polisi.
"Selain Toni kita amankan 18 orang diduga preman dan empat pelaku judi kartu domino," jelas Nasir.
Dari area Terminal Pulogadung, polisi juga menyita 18 minuman keras jenis cui dan sebuah senjata tajam jenis pisau. Mereka yang terjaring razia selanjutnya dilakukan pendataan dan diambil keterangannya. Jika nanti terindikasi ada tindak kriminal akan dilakukan proses penyelidikan.
Operasi Cipta kondisi tersebut melibatkan anggota gabungan terdiri dari 70 anggota polisi dan 26 anggota Satpol PP. Operasi ini juga dalam rangka menjaga keamanan menjelang pelantikan anggota DPR dan pelantikan presiden Oktober nanti.
(Susi Fatimah)