JAKARTA - Rencana reklamasi Teluk Benoa hingga kini menuai pro kontra di kalangan masyarakat Bali. Pro kontra ini juga kemudian menular ke kalangan politisi.
Belum adanya sikap resmi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal reklamasi Teluk Benoa membuat kadernya berbeda pandangan menyikapi rencana tersebut.
Politisi PDIP asal Buleleng yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Bali periode 2014-2019, Dewa Nyoman Rai menyatakan mendukung rencana reklamasi Teluk Benoa. Menurutnya, sikapnya itu tanpa tendensi apapun, baik kepentingan politik maupun ekonomi.
"(Mendukung) reklamasi Teluk Benoa, saya 'pasang badan'," tegas Dewa Rai, Selasa (9/9/2014).
Dia mengatakan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sudah mempertimbangkan dengan matang kebijakannya terkait rencana reklamasi Teluk Benoa untuk kesejahteraan masyarakat Bali ke depan.
Menurutnya, kebijakan sang gubernur merupakan kebijakan visioner untuk menghadapi tantangan masyarakat Bali ke depan.
"Jangan lihat Bali hari ini. Bagaimana tantangan Bali ke depan. Itu yang dipikirkan dan dicarikan solusinya oleh pemerintah sejak sekarang," ujarnya.
Mantan Sekretaris Komisi I DPRD Bali ini juga menyoroti kelompok masyarakat yang terus menyerang Gubernur Pastika terkait kebijakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa itu. Menurutnya, isu reklamasi Teluk Benoa hanya dijadikan senjata untuk menyerang Gubernur Bali dua periode ini.
"Ekosistem apa yang bisa hidup di sana. Jangan-jangan mereka asal teriak, tidak melihat kondisi rill di lapangan," cetusnya.
Hal senada disampaikan politisi PDIP lainnya, Made Arjaya. Mantan Ketua Komisi I DPRD Bali ini menilai ada motif politik di balik penolakan rencana reklamasi itu, yakni untuk menyudutkan Gubernur Pastika.
"Dendam politik Pilgub Bali disinyalir menjadi motif di belakang aksi penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa," katanya.
Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Solidaritas Masyarakat Bali, Lanang Sudira, mengatakan, justru elite PDIP yang membawa investor yang akan melakukan reklamasi Teluk Benoa itu.
Dia pun meminta PDIP Bali bersikap transparan kepada masyarakat Bali, bahwa mereka yang mendorong rencana reklamasi itu. "Kejujuran itu penting. PDIP harus jujur," tegasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.