Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panas Dingin Hubungan Ahok dan Lulung

Tri Kurniawan , Jurnalis-Jum'at, 12 September 2014 |10:00 WIB
Panas Dingin Hubungan Ahok dan Lulung
Lulung (kiri) saat mendukung Prabowo menjadi presiden (dok: PPM)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, kembali berseteru dengan Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Kali ini, yang membuat Lulung geram yakni pernyataan Ahok terkait pemilihan kepala daerah.

Menurut Ahok, kepala daerah hanya akan jadi budak para anggota dewan jika RUU Pilkada disahkan. Dia pun menegaskan tidak akan maju menjadi calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 jika RUU itu disahkan.

"Kalaupun nanti misalnya 2017 saya terpilih lagi, saya tidak mau jadi budak DPRD," kata Ahok, Rabu 10 September.

Lulung tak terima. Dia menilai pernyataan itu menghina DPRD. Menurut Lulung, karier Ahok pantas dibinasakan. Saat ini, Lulung mengklaim semua orang menyebut Ahok harus diperiksa kesehatan Jiwanya.

"Hari ini semuanya terbukti, semua orang bilang dia gila. Makanya saya bilang, Ahok harus dibinasakan kariernya, dia enggak bakalan dilantik jadi gubernur," tegas Lulung, Kamis 11 September.

Ahok tak tinggal diam. Dia menjawab rencana Lulung membinasakan kariernya dengan sinis. “Membinasakan karier? Kita liat saja siapa yang kariernya binasa,” tegas Ahok, malam harinya. (Klik: Ingin Dibinasakan Lulung, Ahok: Kita Lihat Siapa yang Binasa!)

Ketegangan Ahok dengan Lulung tersebut mungkin sudah masuk ronde ke-3. Hubungan Ahok dan Lulung pertama kali memanas terkait penertiban PKL di Pasar Tanah Abang pada 2013.

Saat itu, Ahok menuding ada oknum di DPRD DKI Jakarta yang membekingi keberadaan PKL di Pasar Tanah Abang. Ahok menyerahkan kepada warga Ibu Kota untuk melengserkan oknum tersebut.

Mendengar pernyataan Ahok, Lulung yang merupakan tokoh di Tanah Abang tersinggung dan meminta Ahok memeriksa kejiwaan. Saran itu dibalas Ahok dengan menyatakan Haji Lulung tidak paham peraturan daerah (perda).
 
Ormas Betawi sempat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta menutut Ahok minta maaf. Lulung juga sempat meminta Ahok menghentikan komentar-komentar pedas. Ahok tak menggubris. Mantan Bupati Belitung Timur itu menantang Lulung untuk bertemu empat mata.

Tak berhenti sampai di situ, Ahok dan Lulung kembali bersitegang terkait banjir di Jakarta. Lulung menilai Ahok harus mundur dari jabatan sebagai Wakil Gubernur. Dasarnya adalah pernyataan Ahok bahwa Kampung Pulo, Jakarta Timur, akan terus banjir sampai hari kiamat sekali pun.

"Saya sudah bilang sampai kiamat juga Kampung Pulo banjir kalau kamu (warga) enggak kasih saya beresin," kata Ahok, akhir Mei 2014. (Klik: Ahok Ogah Urus Warga Kampung Pulo).



Pernyataan Ahok ditanggapi negatif oleh Lulung. Menurut politikus PPP itu, Ahok sudah pesimis bisa menyelesaikan masalah banjir. Lulung mengatakaan, pernyataan Ahok tersebut sangat menyakiti warga Kampung Pulo.

"Ahok bilang sampai kiamat banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur tidak akan pernah bisa diatasi. Jelas ini pernyataan pesimis. Kalau pemimpinya sudah pesimis seperti ini, lantas rakyat Jakarta minta pertolongan siapa lagi?" kata Lulung. (Klik: Pesimis Atasi Banjir, Haji Lulung Minta Ahok Mundur)

Hubungan Ahok dengan Lulung sempat mencair saat keduanya bertemu di Balai Kota. Ahok membantah punya persoalan dengan pemilik mobil mewah Lamborghini itu. Meski tak cipika cipiki, Ahok mengaku bersalaman dengan Lulung.

"Saya sudah kompak dengan Pak Haji Lulung," kata Ahok, Juni 2014.

Eng ing eng, ternyata kekompakan Ahok dengan Haji lulung tak bertahan lama. Keduanya kembali "bentrok" setelah Ahok menyatakan tak ingin menjadi budak anggota DPRD jika RUU Pilkada disahkan.

Mungkinkah Ahok kembali berjabat tangan dengan Lulung? Kita tunggu episode selanjutnya...

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement