FLORIDA – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sepertinya sadar mendapatkan ancaman dari ISIS. Obama menegaskan tidak akan memaksa tentaranya untuk bertempur di Irak.
Berbicara di markas militer di Florida, AS, Obama menegaskan keputusannya untuk mengirimkan tentaranya ke Irak hanya untuk memberikan dukungan kepada pasukan Irak.
“Kami akan menggunakan kekuatan udara. Kami akan melatih dan melengkapi rekan kami. Kami akan memberikan saran dan memberikan bantuan kepada mereka,” demikian pernyataan Obama, seperti diberitakan Euronews, Kamis (18/9/2014).
“Kami akan memimpin koalisi dari negara-negara yang memiliki kepentingan di laga ini karena ini tidak hanya AS melawan ISIS saja. Ini masyarakat di seluruh wilayah melawan ISIS, menolak kebrutalan gerakan radikal itu,” lanjutnya.
Pesan Obama ini keluar sehari setelah Jenderal AS, Martin Dempsey mengatakan akan mengirimkan tentara jika serangan udara gagal membasmi ISIS. Namun, upaya AS ini mendapatkan ancaman dari gerakan radikal itu lewat sebuah video.
Seperti diketahui, lebih dari 1.600 penasehat sudah dikirimkan untuk membantu pasukan Irak. Sampai saat ini, AS sudah mengirimkan 160 serangan udara melawan ISIS di Irak. Obama juga sudah melancarkan serangan serupa di Suriah. (hmr)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.