Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Baik-Buruknya Kemerdekaan Skotlandia dari Inggris

Ahmad Ridwan R , Jurnalis-Kamis, 18 September 2014 |17:08 WIB
 Baik-Buruknya Kemerdekaan Skotlandia dari Inggris
Alex Salmond datang untuk beri suara referendum (Foto: Reuters)
A
A
A

LONDON - Referendum Skotlandia berlangsung Kamis 18 September 2014 hari ini. Ada beberapa hal yang bisa hilang bila pada akhirnya Skotlandia memutuskan untuk merdeka dari Inggris.

Bloomberg, Kamis (18/9/2014), memaparkan keuntungan dan kerugian dari sisi pemilih dan penolak dari referendum kemerdekaan Skotlandia. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:

Senjata nuklir dan pertahanan

Pemerintahan Inggris sejak lama telah membuat program senjata nuklir atau lebih dikenal dengan UK Trident Programme, yang berbasis di Skotlandia selama hampir 50 tahun. Tokoh nasionalis Skotlandia, Alex Salmond mengatakan bahwa setelah pemungutan suara untuk kemerdekaan dia akan membuat sebuah kesepakatan  tentang penghapusan program senjata nuklir itu. Dia juga akan berusaha menghapuskan  program Trident dari Skotlandia  pada parlemen pertama Skotlandia setelah kemerdekaan.

Bagi Salmond, kemerdekaan berarti sebuah bangsa tidak perlu berkontribusi atau menggantikan dana sebesar 100 miliar pondsterling untuk penggantian program Trident. Dana itu menurutnya akan dialokasikan pada bidang kesehatan dan pendidikan. Selain itu, sebelah barat Skotlandia akan dijadikan sebagai markas baru Angkatan Laut Skotlandia dengan tujuan mengamankan keamanan nasional.

Sementara bagi mereka yang ingin tetap bergabung dengan Inggris, bisa melihat kepada pernyataan pada Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond. Menurutnya, relokasi Program Trident bisa menghabiskan biaya miliaran poundsterling. Secara tegas Hammond menyebutkan bahwa, lepas dari Inggris bisa membuat Skotlandia tidak aman.

Keanggotaan di NATO

Menurut pendukung kemerdekaan, Skotlandia akan bergabung dengan NATO dalam aliansi negara yang memiliki atau anti-senjata nuklir. Skotlandia juga yakin akan dapat memenangkan pengakuan sebagai negara anggota Uni Eropa, menurutnya itu sesuai dengan hukum internasional dan undang-undang Uni Eropa.

Sementara menurut mereka yang memilih tetap berada di pangkuan Inggris menilai bahwa Skotlandia akan menjadi sasaran tindakan terorisme. PM Inggris David Cameron mengatakan, keamanan Skotlandia akan rapuh dan tindak bisa terjamin. Selain itu, mereka juga harus mengajukan ulang keanggotaan di NATO.

Keanggotaan di Uni Eropa

Bila memilih merdeka, Skotlandia akan mendapatkan pengakuannya sebagai negara anggota Uni Eropa (UE) pada Maret 2016 karena sudah menjadi bagian dari UE. Selain itu warga mereka sudah menjadi warga negara UE dan mengikuti aturan perundang-undangan UE.

Namun menurut pendukung persatuan dengan Inggris, Presiden Komisi UE Jose Manuel Barroso mengatakan bahwa kemerdekaan Skotlandia tidak membuat otomatis tetap menjadi negara anggota UE. Jika negara Skotlandia nantinya mengajukan keanggotan ulang, akan ada ketimpang kurs dengan Inggris.

Selain itu, bila Skotlandia mengajukan keanggotaan, Spanyol akan memberikan keberatan terhadap keanggotaan Skotlandia. Hal ini mengingat Catalonia juga mengajukan kemerdekaannya dari Spanyol.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement