BRISBANE - Imam Masjid dari masjid komunitas warga Indonesia di Australia, menilai pelaku perusakan masjid adalah mereka yang salah persepsi tentang Islam.
"Saya tidak tahu siapa pelaku perusakan ini. Mungkin hanya anak-anak," ujar Presiden Komunitas Islam Indonesia di Queensland Hamid Mawardi, seperti dikutip ABC Australia, Kamis (25/9/2014).
"Sudah bertahun-tahun saya tinggal di sini dan kami selalu hidup damai dengan warga setempat ataupun siapa pun yang melakukan ini. Hormati kami sebagai warga Australia," ujarnya.
Rumah ibadah masjid yang biasa digunakan oleh komunitas warga Indonesia di Brisbane itu dirusak oleh orang tidak dikenal.
Pada dinding masjid terdapat coretan yang bernada kasar. Kata-kata seperti "die" dan "Muslims are evil and have no respect for our ways", tampak dalam tembok masjid yang berada di wilayah Rocklea.
Komunitas setempat dan polisi mendapat laporan vandalisme itu pada Rabu 24 September 2014 waktu setempat. Tim forensik polisi pun langsung memulai penyelidikannya atas kasus ini.
Komisioner Polisi Queensland Ian Stewart meminta warga untuk tetap tenang. Dirinya juga mengharapkan warga bisa menjaga toleransi, terlebih lagi setelah adanya laporan ancaman tindakan teror dari kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Ini merupakan peristiwa perusakan masjid kedua yang terjadi di Australia dalam dua pekan terakhir. Pekan lalu, sebuah masjid di Mareeba di utara Queensland juga turut dirusak.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.