JAKARTA - Kisruh di DPR RI terus meruncing setelah fraksi di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berencana akan mengadakan rapat paripurna untuk mengesahkan alat kelengkapan dewan (AKD) versi mereka.
Padahal di hari yang sama, pimpinan DPR juga akan menggelar agenda serupa untuk membahas soal pembagian mitra di setiap komisi di parlemen.
"Hasil rapat konsultasi, karena mereka (KMP) tidak datang, akan tetap kita sampaikan dan putuskan dalam rapat paripurna dan proses komisi mengikuti tatib DPR," ungkap pimpinan sementara DPR versi KIH, Ida Fauziah usai melaksanakan rapat konsultasi di Ruang Pansus B, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Agenda di hari Selasa (4/11/2014) tersebut akan dimulai sekira pukul 09.00 WIB bertempat di ruang Badan Musyawarah (Bamus) bersamaan dengan pelaksanaan paripurna DPR RI di ruang rapat paripurna.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu beralasan, sikap itu diambil agar politik di Indonesia bisa berjalan secara demokratis, "Bukan tujuan bagaimana, ini agar proses politik berjalan dengan baik," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan, pelaksanaan rapat paripurna besok untuk memutuskan beberapa perubahan tentang kemitraan di 11 komisi DPR.
"Kan tetap besok ketok palu di paripurna, kesepakatan nomenklatur dan kemitraan di komisi tetap harus merupakan keputusan paripurna," ungkapnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.