Cak Anam mengaku pernah bertemu langsung dengan saksi mata peristiwa Resolusi Jihad, yakni Kiai Wahab Turhan. Kiai ini melihat langsung rapat pada 21-22 Oktober 1945 di Kantor NU, Jalan Bubutan, Surabaya. Kiai Turhan ini adalah tukang pembuat kopi di kantor NU saat itu.
"Dia berkata kepada saya bagaimana Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari), Mbah Wahab dan Panglima Zainul Arifin rapat. Mereka membicarakan terkait Belanda akan menguasai kembali Indonesia sementara Jepang tidak bisa berbuat apa-apa karena telah kalah perang dengan Sekutu. Dalam rapat itu dipimpin oleh Mbah Wahab bersama ulama lainnya," jelas Cak Anam.
Saat itu, kata Cak Anam, terlihat bagaimana Mbah Hasyim menyatakan negara dalam kondisi darurat dan harus perang fisik. Hingga akhirnya tercetus pepatah "Isy Kariiman aumut Syahidan", yang artinya hidup mulia atau mati syahid.
Pertimbangan Mbah Hasyim menyatakan perang, ungkapnya, karena Indonesia telah memiliki pasukan terlatih yakni Hizbulloh, Sabililah dan ditambah lagi dengan sukarelawan atau Mujahidiin dari warga sipil.
"Saya juga diberi salinan Resolusi Jihad yang saat ini tersimpan di Museum NU. Sayangnya, saksi mata yang saya wawancarai sudah meninggal," ujar mantan Ketua Ansor Jawa Timur ini.