Kondisi kehidupan warga setempat sangat memprihatinkan karena belum ada penerangan listrik, sarana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.
Hal yang sama disebutkan Butuk (40), warga Desa Samunti, yang bekerja sebagai buruh kebun di Pulau Nunukan sejak sebulan lalu. Ia mengungkapkan perpindahan itu memang karena sulitnya mendapatkan mata pencaharian di kampungnya.
Pekerjaan warga di desa tersebut hanya berkebun, sementara untuk mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari sangat susah akibat tidak adanya akses transportasi darat ke wilayah terdekat, seperti Desa Mansalong di Kecamatan Lumbis.
"Hanya Desa Mansalong yang dekat dengan kampung kami. itu pun hanya bisa ke sana (Mansalong) dengan menggunakan katinting (perahu bermesin) melalui sungai yang berarus deras dengan waktu perjalanan selama 24 jam," kata Butuk terpaksa meninggalkan empat anaknya di Desa Samunti demi mencari pekerjaan di ibu kota Kabupaten Nunukan.
Pagalu juga mengeluhkan tidak adanya sarana komunikasi di kampung halamannya menjadi penyebab warganya berpindah ke Malaysia. Sebab, seluruh fasilitas disediakan Pemerintah Negeri Jiran, terutama rumah tempat tinggal dan sarana telekomunikasi serta penerangan listrik.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.