Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Black Box AirAsia Mirip Sukhoi Superjet 100

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2015 |12:56 WIB
<i>Black Box</i> AirAsia Mirip Sukhoi Superjet 100
{Black Box} AirAsia Mirip Sukhoi Superjet 100 (Foto: Okezone)
A
A
A

Black box, sambungnya, ada dua bagian yakni flight data recorder (FDR) yang isinya merekam seluruh data penerbangan, kecepatan arah, tombol apa saya yang dioperasikan pilot, dan data mesin.

"Semua terekam. Sebanyak 400 hal terekam, bahkan lebih dari itu mungkin sekarang. Satu lagi cockpit voice recorder (CVR), itu merekam suara, apa saja yang di kokpit, suara pilot, kopilot dan pramugari, itu semua akan terekam. Ada empat mikrofon. Letaknya di kapten pilot, kopilot, pramugari, sama di kokpit," terangnya.

Kedua alat yang berada di bagian ekor pesawat sebelah kanan itu, kata Nurcahyo, masing-masing memiliki kapasitas merekam yang berbeda.

"Kalau FDR bisa 25 sampai 40 jam merekam. Kalau CVR itu 30 menit merekamnya. Kalau enggak ada apa-apa, data lama itu otomatis terhapus. Yang lama akan hilang," jelasnya.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement