Share

Bantu Operasi SAR AirAsia, Nelayan & Penyelam Tradisional Diganjar Penghargaan

Risna Nur Rahayu, Okezone · Rabu 15 April 2015 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 15 340 1134796 bantu-operasi-sar-airasia-nelayan-penyelam-tradisional-diganjar-penghargaan-bPAu6hG2vW.jpg foto: dok. Okezone

JAKARTA - Peran masyarakat membantu proses evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura di daerah Pangkalan Bun pada akhir tahun lalu, cukup membanggakan. Mereka terdiri dari para nelayan dan penyelam.

“Masyarakat secara sukarela turut ambil bagian dalam proses evakuasi,” kata Bupati Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Nelayan yang turut membantu tim SAR gabungan melakukan evakuasi adalah Darsono, Rahmat dan Pendi. Atas peran serta mereka, Pemkab Kotawaringin Barat pun mengganjar penghargaan dan hadiah.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan apresiasi kepada nelayan, berupa sertifikat dan bantuan perahu untuk membantu dan meningkatkan pencaharian mereka sebagai nelayan,” tambah Ujang.

Sementara para penyelam tradisional juga turut diberikan penghargaan atas peran mereka menuruni laut hingga kedalaman lebih dari 20 meter. Pemkab juga memberikan alat menyelam.

“Para penyelam tradisional secara tulus membantu proses pengambilan jenazah korban dari dasar laut ke permukaan. Penghargaan diberikan berupa sertifikat dan alat untuk menyelam,” ujarnya.

Penyerahaan penghargaan dan hadiah tersebut bersamaan dengan diresmikannya pembangunan monumen keselamatan penerbangan untuk mengenang tragedi yang menewaskan 162 orang tersebut di Pantai Sungai Umbang.

Monumen tersebut ditargetkan selesai dibangun akhir tahun ini. Nantinya, para keluarga korban maupun masyarakat bisa memeringati tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tiap tahunnya di sana.

Pemkab juga menargetkan monumen itu menjadi wisata sejarah. Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah sudah berkomunikasi dengan KNKT dan pihak terkait lainnya untuk menempatkan kotak hitam (black box) di atas monumen tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan KNKT terkait akan ditempatkan kotak hitam dari pesawat AirAsia QZ8501 di atas monumen tersebut. Pihak KNKT bisa menyetujui asalkan telah selesai diteliti,” pungkasnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini