Politisi PKS itu menilai para pengedar tidak akan takut lagi dengan ancaman hukuman mati, karena semua masih bisa ditunda-tunda. Sementara itu di sisi lain, menurut dia, dampak narkoba terus berjalan karena setiap hari sekira 50 orang mati akibat narkoba. "Menunda eksekusi mati mereka sehari, sama saja kita menoleransi kematian 50 orang yang terpapar dampak narkoba," katanya.
Dia menjelaskan belajar dari kasus Mustofa ataupun Freddy Budiman yang setelah divonis mati masih juga bermain dengan narkoba, menunjukkan eksekusi mati harus segera dilakukan agar mereka tidak bertransaksi lagi.
Selain itu Aboe Bakar juga menilai penundaan eksekusi mati para bandar narkoba termasuk duo Bali Nine menunjukkan lemahnya kekuatan diplomasi Indonesia. Hal itu, menurut dia, merupakan indikasi Indonesia dalam tekanan Australia yang dalam beberapa waktu terakhir berlangsung secara massif.
(Muhammad Saifullah )