nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adik Prabowo Kembalikan Martabat Bangsa Melalui Seni Tradisional

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Senin 09 Maret 2015 02:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 03 09 337 1115556 adik-prabowo-kembalikan-martabat-bangsa-melalui-seni-tradisional-JmGkvpLx7R.jpg Adik Prabowo Kembalikan Martabat Bangsa Melalui Seni Tradisional (Foto: Okezone)
JAKARTA - Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) menggalang upaya konservasi dalam pelestarian karya seni lukis tradisional Indonesia yang ada di Kerthagosa, Klungkung, Bali.

“Bangsa Indonesia, sejak lama membuktikan diri sebagai bangsa yang mempunyai kemampuan karya seni dan nilai budaya tinggi. Melestarikannya merupakan sebuah tindakan memelihara dan mengembalikan martabat bangsa ini,” terang Ketua YAD, Hashim Djojohadikusumo, di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (8/3/2015).

Menurutnya, kegiatan konservasi lukisan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pelestarian kekayaan pusaka budaya (cultural heritage) bangsa Indonesia. Sehingga YAD bertekad dan mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kegiatan konservasi karya seni lukis Indoneia, baik dalam kuantitas maupun kualitas.

"Saat ini YAD sedang menjajaki suatu kerjasama restorasi lukisan gaya kamasan yang ada di Kerthagosa, sebuah pusaka budaya yang merupakan warisan sejak abad ke-18 dari Puri Klungkung, sebuah kerajaan tertua di Bali,” bebernya.

Dalam kesempatan acara tersebut hadir pula Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dan Penglingsir Puri Klungung, Ida Dalem Klungkung. Ida juga sangat antusias bekerjasama dengan siapa saja yang terpanggil ikut melestarikan pusaka budaya Klungkung.

"Karena ini adalah salah satu cikal bakal budaya Bali, sebagai bagian dari kekayaan pusaka seni budaya Indonesia,” kata Ida.

Apa yang dilakukan YAD tersebut, berkelanjutan dengan konservasi melalui restorasi beberapa lukisan karya Raden Saleh yang merupakan awal seni lukis modern Indonesia.

Dalam program konservasi lukisan karya Raden Saleh pada tahun 2013 lalu, YAD bekerjasama dengan Goethe Institute dan Sekretariat Presiden Republik Indonesia.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini