JAKARTA - Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz meminta agar salah satu dari kedua kubu antara Ketua Umum PPP versi Munas Surabaya, Romahurmuziy (Romy) dengan Ketua Umum versi Munas Jakarta, Djan Faridz harus ada salah satunya yang mengalah.
"Salah satu harus mengalah gitu, mengalah kan penting supaya PPP besar nanti. Nanti kedua (pihak) konflik PPP akan jadi kecil," tuturnya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2015).
Mantan Ketua Umum PPP ini, mengaku telah berusaha menengahi kedua kubu yang masih saling berebut posisi di partai berlambang kakbah itu. Untuk itu, dirinya menyerahkan konflik tersebut diselesaikan melalui jalur hukum yang sedang berjalan.
"Ya, saya selalu untuk berusaha (menengahi). Tapi masing-masing saling bersikeras, jadi biar proses hukum berjalan. Nanti bagaimana finalnya nanti itu di pengadilan," ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Hamzah, hak angket dari anggota DPR yang sedang bergulir untuk Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly haruslah dilihat apakah efektif atau tidak bagi kemaslahatan bangsa kita.

"Saya kira kalau memang itu adalah untuk jalur hukum kemudian keadilan tidak apa-apa. Tetapi tentunya apakah efektif atau tidak bagi bangsa ini, akan jadi sesuatu yang nanti membuang energi dan hasilnya tidak maksimal," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.