Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tertutup Awan, Fenomena Blood Moon Gagal Terlihat Jelas

Mustholih , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2015 |20:16 WIB
Tertutup Awan, Fenomena <i>Blood Moon</i> Gagal Terlihat Jelas
Gerhana sulit terlihat karena tertutup awan (Foto: Reuters)
A
A
A

Dari pantauan Okezone, pecinta astronomi yang ingin melihat gerhana bulan berdarah berjumlah di atas angka 100. Padahal, kata Dwi Lestari, anggota komunitasnya sendiri hanya berjumlah 15 orang.

Meski demikian, pecinta astronomi yang tergabung dari HAAS juga ada yang masih pelajar Sekolah Menengah Pertama. Menurut Zarek Gemagalgani, siswa SMP Negeri 21 Semarang yang menjadi anggota HAAS dan turut mengamati fenomena gerhana bulan berdarah menyatakan, akhirnya menunggu fase umbra dan penumbra akhir.

Menurut Zaker, fase umbra adalah fenomena bulan yang secara berlahan-lahan sudah mulai terlihat normal. "Kalau fase penumbra akhir, gerhana tinggal setitik. Fase ini bulan kelihatan seperti bola yang mau lepas," ungkap Zaker menambahkan.

Gerhana bulan baru bisa terpantau bahkan dengan mata telanjang saat gerhana memasuki fase umbra. Gerhana bulan berdarah yang semula tertutup awan berlahan-lahan mulai terlihat membentuk bulan sabit. Namun, karena langit tidak mendukung, fenomena umbra bulan berdarah juga sesekali tertutup awan sehingga kurang bisa dinikmati.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement