Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bukti Visum Kasus JIS Tidak Valid

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Selasa, 28 April 2015 |02:08 WIB
Bukti Visum Kasus JIS Tidak Valid
A
A
A

Pemeriksaan tersebut seharusnya dilakukan melalui proses anastesi dan prosedur anuskopi harus dilakukan di ruang operasi bukan di ruang UGD, sehingga hasilnya bisa mendeteksi penyakit seks menular.

Bila merujuk pada hasil pemeriksaan dr Lutfi dari RS Pondok Indah (RSPI), terlihat jelas bahwa pemeriksaan visum terhadap MAK tersebut belum tuntas sehingga hasil dari temuannya belum dapat disimpulkan secara mendalam. Nanah yang ditemukan terletak di bagian dalam anus anak tersebut.

"Saat dr Lutfi memberikan obat flagyl, hal ini diperlukan untuk mengobati efek infeksi umum yang disebabkan amuba, bukan yang disebabkan penyakit seksual menular seperti gonorrhoea atau Chlamydia. Nanah yang terdapat di anus MAK bukan disebabkan oleh infeksi virus, namun diakibatkan karena bakteri," kata Ferryal.

"Apabila kondisi tersebut diakibatkan sodomi beramai-ramai, maka akan menimbulkan anus robek. Nyatanya semua visum menyatakan anus normal. Kalau anus robek, maka penyembuhan antara seminggu hingga dua minggu. Bila anak disodomi orang dewasa pasti robek," imbuhnya.

Dengan mengacu pada tuduhan kejadian dalam kurun waktu Desember 2013 sampai dengan Maret 2014, seharusnya anus korban robek atau rusak. Selain itu bila pelaku sodomi memiliki penyakit herpes, maka korban sodomi pasti akan tertular.

Kevin Baird juga mendukung langkah dr Lutfi dari RS Pondok Indah. Menurutnya, Herpes tidak menyebabkan nanah dan MAK tidak didiagnosa dengan infeksi herpes pada saat itu maupun diberikan pengobatan untuk mengatasi herpes.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement