Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buruh Menyesal Pilih Jokowi

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 01 Mei 2015 |00:58 WIB
Buruh Menyesal Pilih Jokowi
Ilustrasi (Dok Okezone)
A
A
A

Lalu lintas dibuat macet. Sebuah truk pengeras suara dan sepeda motor kendaraan pengunjukrasa memblokade separuh badan jalan. Yel yel "buruh bersatu tak bisa dikalahkan" terus disuarakan. Sebab kedatangan mereka telah dihadang barisan pagar betis aparat kepolisian dan satpol PP. "Kita akan terus memperjuangkan hak hak kita yang dikalahkan, "tegas Mujiatun perwakilan serikat pekerja. Beruntung unjuk rasa tidak sampai berlangsung anarkis.

Dalam orasinya buruh menyatakan menyesal memilih Joko Widodo sebagai presiden. Sebab Jokowi dinilai tidak mampu memperjuangkan nasib buruh, dan malah justru memihak kepentingan pengusaha. "Pemerintah sekarang lebih memihak kelompok pemilik kapital daripada buruh, "paparnya.

Untuk di Kediri, buruh menuntut penyelesaian konflik pekerja perusahaan benih ekspor PT Koreana Seed Indonesia terkait kenaikan upah kerja. Buruh menolak kenaikan upah lima tahun sekali. Sebab tidak relevan dengan kenaikan harga bahan pokok. Buruh juga menuntut penghapusan sistem kerja kontrak. "Dan hendaknya pengadilan hubungan industrial dibubarkan saja. Karena hanya memihak pemilik modal saja, "tegas Mujiatun.

Dalam aksi para buruh tani lereng Gunung Kelud juga menyuarakan tuntutan penyelesaian sengketa dengan perkebunan PT Sumber Sari Petung (SSP). Sikap Bupati Kediri Haryanti yang memihak pengusaha yang menjadi penyebab kasus menjadi tidak berjalan.

Sayangnya Bupati Haryanti tidak menggubris segala orasi dan tuntutan buruh. Kepala daerah yang dipastikan maju lagi dalam Pilihan Bupati Desember 2015 itu memilih tidak menampakkan diri.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement