nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusak Gedung DPRD Sulsel, 11 Mahasiswa Ditangkap

Salviah Ika Padmasari, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2015 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 05 20 340 1152590 rusak-gedung-dprd-sulsel-11-mahasiswa-ditangkap-LJvM4yZ3V7.jpg Mahasiswa rusak fasilitas Gedung DPRD Sulsel (Foto: Salviah Ika/Okezone)

MAKASSAR - 11 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar ditangkap polisi saat melakukan aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel). Para mahasiswa ini ditangkap usai merusak fasilitas Gedung DPRD di Jalan Urip Sumiharjo.

Kericuhan tersebut bermula saat mahasiswa yang melakukan demonstrasi mendesak dipertemukan dengan Ketua DPRD Sulsel, Mohammad Roem. Namun ternyata yang bisa menemui mahasiswa hanya Wakil Ketuanya yaitu Ashabul Kahfi dan dua orang legislator lainnya karena ketua DPRD Sulsel sedang keluar kota.

Dalam aksi ini mahasiswa menuntut DPRD Sulsel untuk melakukan gerakan tolak Masyarakat EKonomi Asean (MEA). Selanjutnya karena tidak puas dengan penjelasan wakil ketua DPRD Sulsel karena hanya berjanji akan menyampaikan aspirasinya.

"Mereka sudah dipertemukan dengan unsur pimpinan DPRD Sulsel tapi rupanya mahasiswa tidak puas. Mereka minta DPRD Sulsel membuat spanduk tolak MEA. Mereka juga minta DPRD bertanggungjawab atas hilangnya bendera HMI yang katanya hilang dan pemukulan terhadap salah seorang mahasiswa. Padahal sama sekali tidak ada pemukulan dari staf DPRD terhadap mahasiswa dan juga tidak ada bendera yang kami ambil," tutur Syamsiah, Kabag Humas DPRD Sulsel, Rabu (20/5/2015).

Saat masih terjadi ketegangan di pintu masuk Gedung DPRD Sulsel antara mahasiswa dan pimpinan DPRD Sulsel tiba-tiba ada salah seseorang mahasiswa memecahkan kaca jendela dekat pintu masuk dengan cara menendang, melempari lampu hias. Karena sudah merusak, polisi pun bergerak menghalau para mahasiswa ini.

Para mahasiswa dihalau keluar dari area halaman Gedung DPRD Sulsel. Mahasiswa pun berhamburan dan ada yang sempat diamankan tetapi dilepas lagi saat sudah keluar pagar.

Saat di luar pagar, mahasiswa kemudian menyerang polisi dengan lemparan batu. Mahasiswa menggulingkan pot-pot bunga yang ada di pinggir jalan dan terus menghujani polisi dengan lemparan batu.

Polisi kemudian kembali menghalau mereka dengan tembakan gas air mata. Kondisi ini membuat mahasiswa berlarian dan dikejar oleh polisi hingga ke lorong-lorong. Ada 11 mahasiswa diamankan dan digelandang ke Polrestabes Makassar.

 

Sementara itu Kapolsek Panakkukang, Kompol Tri Hambodo, mengaku hanya mengamankan provokator yang melakukan kericuhan.

"Kita hanya mengamankan provokatornya. Termasuk mencari mahasiswa yang awal-awalnya memecahkan kaca," kata Kapolsek.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini