Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puan: Kartu Sakti Jokowi Juga Disalurkan ke Pesantren

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2015 |17:48 WIB
Puan: Kartu Sakti Jokowi Juga Disalurkan ke Pesantren
Foto: Istimewa
A
A
A

MALANG - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyatakan pemerintah juga akan menyalurkan tiga kartu sakti Jokowi ke para santri di pesantren-pesantren.

Hal itu disampaikan Puan saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, di Pondok Pesantren Baghrul Maghfiroh, Desa Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2015).

"Selain di pondok pesantren ini akan dibagikan juga ke beberapa pesantren lainnya," kata Puan. Acara itu dihadiri seribuan orang yang terdiri dari pengurus pesantren, santri dan santriwati. Turut hadir Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Puan mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen membangun kesejahteraan rakyat dengan cara memberikan program perlindungan sosial. Warga yang telah memiliki tiga kartu sakti, kata Puan, akan memperoleh perlindungan sosial berupa dana tunai dari pemerintah.

"Yang dapat Kartu Indonesia Pintar bisa digunakan pada saat kenaikan kelas. Untuk anak sekolah dasar (SD) akan memperoleh Rp 450 ribu selama satu tahun, sedangkan anak SMP mendapatkan Rp 750 ribu, dan untuk SMA mendapatkan uang Rp 1 juta selama 1 tahun," tutur Puan.

Oleh karena itu, Puan berharap, masyarakat bisa memanfaatkan tiga kartu sakti yang telah diberikan pemerintah dengan baik. "Anggaran untuk program ini diperoleh dari uang rakyat dan kami akan mengembalikannya ke rakyat," ujarnya.

Puan mengatakan, pemerintah akan memantau pelaksanaan dari program perlindungan sosial. Menurut Puan, tujuan pemerintah melakukan pemantauan supaya masyarakat benar-benar memanfaatkan tiga kartu "sakti" yang telah dibagikan dengan baik.

"Yang perlu diperhatikan dalam pembagian kartu sakti itu sesudahnya, apakah kemudian masyarakat memanfaatkan kartu ini dengan baik dan kemudian hal itu bisa mengubah pola pikirnya. Kalau memang kemudian setelah diberikan tidak dipergunakan sebaik-baiknya, lebih baik kita alihkan kepada orang yang benar-benar memanfaatkan ketiga kartu ini lebih baik," tutur Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menginformasikan kepada Presiden, selain pengelola pondok pesantren, santri dan santriwati hadir pula sebanyak 350 remaja asal Jawa Timur yang sedang mengikuti Kemah Kebangsaan. Para pemuda dan pemudi itu yang turut hadir dalam acara di pondok pesantren itu berasal dari latar belakang agama berbeda. "Mereka akan menjadi satgas pada Hari Kesetiakawanan Sosial," ujar Puan.

(Susi Fatimah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement