JAKARTA - Anggota keluarga dari anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni bernama Budi Soleh (46) menjadi korban premanisme seorang debt collector di sekitar Pusat Grosir (PGC) Cililitan, Jakarta Timur pada Selasa, 26 Mei kemarin sekira pukul 11.30 WIB.
"Kejadiannya kemarin siang jam 11.30 di PGC Cililitan. Saya dari arah Halim sepertinya sudah diikuti karena sempat melihat (mobil Honda) Jazz warna biru mengikuti pelan," ungkap Budi, Rabu (27/5/2015).
Kemudian, tak lama kemudian, komplotan tersebut menggedor-gedor mobil korban dan memaksa mobilnya berhenti dengan alasan nomor pajak kendaraan sudah mati.
"Pertama disetop kendaraan keluarga saya di lampu merah Cililitan, dengan alasan bahwa kendaraan pelat nopol belum perpanjang pajaknya," katanya.
Setelah sempat terjadi adu mulut di pinggir jalan, korban kemudian meminta pertolongan hingga ke Pos Polisi (Pospol) Cililitan, Jakarta Timur.
Namun, aksi debt collector itu bahkan semakin menjadi dan mengintimidasi Budi tanpa menghiraukan polisi.
Budi yang merupakan paman dari Ahmad Sahroni itu mengaku, sebelumnya surat-surat kendaraannya yakni satu unit mobil Honda CRV berwarna hitam tahun 2004 digadaikan untuk keperluan anak kuliah.
"Karena keperluan anak kuliah, terpaksa saya 'sekolahkan' selama dua tahun. Jatuh tempo September, tapi terus kepakai akhirnya tertunda," ujarnya.
Budi mengaku sudah melaporkan peristiwa intimidasi terhadap dirinya itu ke Polres Metro Jakarta Timur.
Sementara itu, Ahmad Sahroni saat dikonfirmasi mengaku terkejut dan sangat menyesalkan kejadian ini. Menurutnya, tindakan premanisme dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan karena dianggap meresahkan masyarakat.
"Sudah saya laporkan juga ke OJK. Aksi premanisme apa pun bentuknya tidak diperkenankan. Apalagi ada upaya perampasan seperti ini," tegas Sahroni.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.