PHUKET – Pemerintah Thailand telah mengirimkan kapal Angkatan Lautnya untuk melakukan patrol dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Rohingya yang masih terombang-ambing di Laut Andaman yang terletak di tenggara Teluk Benggala.
HTMS Ang Thong, kapal terbesar ketiga di Angkatan Laut Thailand saat ini telah menerima tugas untuk memimpin enam kapal lain berpatroli dan memberikan bantuan pada pengungsi Rohingya yang masih terombang-ambing di lautan.
“Jika mereka memerlukan bantuan, maka kami akan menyediakan bantuan kemanusiaan seperti air bersih, makanan, obat-obatan, dan keperluan lainnya. Bahkan, kami siap menyediakan bahan bakar untuk mereka yang berencana melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya,” ujar Komandan Angkatan Laut Thailand, Laksamana Somchai Na Bangchang, seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (30/5/2015).
“Namun, jika mereka (Rohingya) ingin mencari suaka di Thailand, maka mereka akan dikenakan biaya sebagai imigran ilegal, berdasarkan hukum yang berlaku di Thailand,” sambungnya.
Sebagaimana diberitakan, pada 29 Mei 2015, perwakilan 17 negara menghadiri pertemuan pembahasan krisis imigran di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan yang juga akan membahas imigran Rohingya tersebut diselenggarakan di Bangkok, Thailand.
Pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) tidak dapat memprediksi hasil dari pertemuan sehari yang tidak dihadiri oleh perwakilan setingkat menteri itu. Dia tidak yakin pertemuan tersebut akan merumuskan solusi masalah yang telah melanda kawasan Asia Tenggara selama bertahun-tahun dan kerap diabaikan oleh pemerintah.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.