nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilu Turki Berlangsung, Sistem Pemerintahan Diperdebatkan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2015 14:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 06 07 18 1161531 pemilu-turki-berlangsung-sistem-pemerintahan-diperdebatkan-HUnFzrETQs.jpg Petugas dari Counter Attack Team, mengawasi jalannya kampanye di KOnya, Turki. Rakyat Turki melaksanakan pemilihan umum hari ini. (Foto : Reuters)

ANKARA – Para pemilih di Turki memberikan suara mereka dalam pemilihan umum yang berlangsung hari ini, (7/6/2015) di seluruh negeri. Pemilu kali ini diperkirakan akan membawa perubahan besar pada pemerintahan negara itu.

Atmosfir politik di Turki dalam keadaan tegang setelah terjadi dua serangan bom yang menargetkan Partai sayap kiri Kurdi dan retorika keras yang disuarakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) yang memegang kekuasaan sejak 2002, berkeinginan untuk mendapatkan dua pertiga kursi dari 550 kursi parlemen. Jika hal ini tercapai, maka perubahan konstitusi yang menggantikan sistem parlementer Turki dengan sistem presidensial akan dapat dilakukan.

Dengan menguasai 330 kursi maka tidak ada yang dapat menghalangi Partai AK untuk menyusun sebuah konstitusi baru dan mengesahkannya melalui sebuah referendum. Meski begitu, banyak pihak meragukan hal tersebut dapat terjadi, ditambah lagi tiga partai oposisi di parlemen telah menyatakan menentang sistem presidensial.

“Pertarungan terjadi di sekitar isu mengenai apakah Turki sebaiknya memakai sistem presidensial atau parlementer. Sayangnya agenda lainnya tidak terlalu diperhatikan dibandingkan dengan isu dominan ini,” kata anggota senior Al Jazeera Studies Centre bidang studi Turki dan Kurdi, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (7/6/2015).

Sebenarnya ada beberapa isu lain yang menjadi perhatian dalam pemilu kali ini, salah satunya adalah mengenai masalah suku Kurdi Turki, terutama pembicaraan damai dengan Partai Pekerja Kurdistan (Kurdistan Worker Party/PKK) yang dilarang keberadaannya oleh pemerintah. Selain itu isu ekonomi dan upah minimum juga menjadi salah satu janji yang dikedepankan oleh partai oposisi di Turki.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini