ISTANBUL – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengomentari kemenangan partainya dalam pemilu dengan menyebut warga Turki memilih partainya demi kestabilan negara. Dia juga meminta dunia menghormati hasil pemilu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) memenangi Pemilu Turki yang diselenggarakan pada Minggu 1 November 2015. Tidak hanya memenangi pemilu, partai beraliran Islam itu juga mendominasi parlemen dengan perolehan 316 dari 550 kursi.
Kemenangan tersebut akan membuat Turki hanya memiliki partai penguasa tunggal tanpa koalisi. Kondisi ini akan semakin menguatkan posisi Erdogan sebagai kepala negara.
“Turki memilih untuk kestabilan negara. Mari bersatu. Kita semua bersaudara untuk satu Turki,” ujar Erdogan saat selesai menunaikan salat di sebuah masjid di Istanbul seperti dilaporkan Thompson Reuters, Senin (2/11/2015).
Namun, media-media dunia mengkritik kemenangan AKP. Erdogan pun tidak ketinggalan untuk memberikan komentarnya.
“Apakah ini pengertian demokrasi menurut kalian? Sebuah partai menguasai parlemen dengan lebih dari setengah jumlah kursi. Kami memiliki kekuasaan. Anda harus menghormati itu. Namun, saya tidak melihatnya,” sahut pria 61 tahun itu dengan ketus.
Media-media Barat mengkritik kemenangan mutlak ini akan memberikan legitimasi bagi Erdogan untuk melakukan tindakan keras bagi kelompok Kurdi. Pemerintah Turki melabeli kelompok tersebut sebagai pemberontak. Pria kelahiran Istanbul itu menganggap kemenangan AKP adalah pesan bagi kelompok Kurdi bahwa pemberontakan dan kekerasan tidak ada dalam demokrasi.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.