Kehidupan Soeharto Usai Perpisahan Orangtuanya

Prabowo, Okezone · Senin 08 Juni 2015 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 510 1161882 kehidupan-soeharto-usai-perpisahan-orangtuanya-lnbTB81xrM.jpg Mantan Presiden Soeharto (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Presiden kedua RI, Soeharto, lahir pada 8 Juni 1921 di desa terpencil yang berada di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak lama setelah lahir, kedua orangtua Soeharto yakni ibundanya Sukirah dan ayahandanya Kertosudiro bercerai. Soeharto kecil kemudian diasuh kerabat sang ibu bernama Kromodiryo, karena saat itu Sukirah dalam kondisi sakit-sakitan.

Selama dalam pengasuhan Kromodiryo, ibu dari Soeharto menikah lagi dengan Atmopawiro hingga melahirkan tujuh anak yang tak lain adik-adik Soeharto. Salah satunya adalah Probosutejo, anak ketiga pasangan orangtua Soeharto.

"Semasa kecil, Pak Harto seperti anak-anak lain yang tinggal di kampung. Angon (menggembala) kerbau di sawah, mencari belut, dan bermain pada masanya di perkampungan ini," kata Gatot Nugroho, humas memorial Jenderal Besar HM Soeharto.

Ia mengatakan, tepat di hari lahir Soeharto tidak ada acara khusus untuk memperingati hari lahirnya.

"Kalau di sini enggak ada acara apa-apa, tapi acara peringatan mengenang hari lahir Pak Harto di Cendana (Jakarta) sana," kata Nugroho yang sore nanti menyatakan bakal kedatangan tamu para veteran Amerika Serikat untuk berkunjung.

Pria asli Kemusuk itu kembali menceritakan, Soeharto bersekolah hanya sampai tingkat sekolah dasar (kala itu sekolah rakyat) di perkampungan tersebut sekira 400 meter dari tempat kelahirannya. Di sela-sela menuntut ilmu, Soeharto kecil membantu orangtuanya mencari rumput untuk pakan ternak kerbau dan kamping.

"Setelah lulus, ayah kandung Pak Harto (Kertosudiro) membawa Soeharto ke Wonogiri untuk melanjutkan sekolah. Kondisi ekonomi orangtua Pak Harto saat itu miskin, sehingga Beliau dibawa bibinya untuk meneruskan pendidikan," jelasnya.

Tinggal di Wonogiri, Soeharto belajar banyak hal tentang hidup. Begitu juga mempelajari ilmu agama sebagai bekal hidup. Setelah dari Wonogiri, Soeharto kembali lagi ke Kemusuk untuk meneruskan sekolah di Muhammadiyah kala itu.

Setelah lulus, Soeharto mencari pekerjaan dan diterima pada bank desa di Wonogiri. Kemudian, Soeharto masuk militer dan kariernya terus menanjak hingga akhirnya menjadi presiden selama 32 tahun.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini