Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puan Layak Di-reshuffle, PDIP: Jangan Sembarang Giring Opini!

Ahmad Zubaidi , Jurnalis-Senin, 22 Juni 2015 |09:30 WIB
Puan Layak Di-<i>reshuffle</i>, PDIP: Jangan Sembarang Giring Opini!
Puan Maharani (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendapat penilaian yang buruk dalam sebuah survei terkait penilaian masyarakat terhadap kinerja menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam survei tersebut, hanya 40,4% responden yang ingin putri Megawati Soekarnoputri itu dipertahankan, sebaliknya 59, 6% ingin Puan dikeluarkan dari Kabinet Kerja.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Masington Pasaribu mengatakan, hasil survei tersebut tak bisa dijadikan dasar dalam menetapkan keputusan reshuffle kabinet.

“Survei itu dilakukan berangkat dari potret pendapat masyarakat ya, baik yang dilakukan oleh lembaga survei, media maupun lainnya terhadap kinerja menteri, itu tidak bisa dijadikan dasar lho,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Minggu 21 Juni 2015 malam.

Politikus PDIP itu menyindir, bahwa hasil survei yang ditujukan pada masyarakat kelas menengah hingga atas itu diragukan kredibilitasnya.

“Enggak ada itu nama Mbak Puan (Puan Maharani) ah, survei itu harus kredibel, enggak ada itu,” tegasnya.

Dia meminta, survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga sebaiknya mengedepankan profesionalitas. Hal ini untuk menjamin hasil yang baik dan tidak menggiring opini publik untuk memunculkan kebijakan reshuffle kabinet.

“Reshuffle itu hak prerogatif dari Presiden, jadi jangan sembarangan giring opini publik lah, kita lihat kinerjanya saja,” tandasnya.

 

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement