Bus bernomor polisi BL 7444 TB yang sedang melintas dari arah Banda Aceh menuju Medan, dilempari dengan batu menjelang subuh. Akibat pelemparan itu, kaca bagian kanan bus pecah dan pintu darurat rusak. Tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir jutaan rupiah.
Tak lama setelah kejadian, polisi turun ke lokasi kejadian dan membekuk empat remaja diduga pelaku pelempar bus tersebut.
Dua hari sebelumnya aksi pelemparan batu juga menimpa bus Putra Pelangi berplat BL 7514 AA di kawasan Aceh Timur. Bus yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi dari Medan menuju Banda Aceh itu, dilempari dua pelaku yang mengendarai sepeda motor, Selasa dini hari, 23 Juni lalu.
Aksi ini hanya berselang lima hari dari kejadian dialami bus Simpati Star nomor polisi BL 7702 AA. Bus yang sedang menuju Banda Aceh itu dilempar sekelompok remaja di kawasan Bireum Rayeuk, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur, 18 Juni 2015 atau hari pertama Ramadan.
Akibat pelemparan pada dini hari itu, kaca bus pecah. Polisi berhasil meringkus lima pelaku yang merupakan pelajar SMP. Mereka mengaku hanya iseng-iseng melempari bus.