Namun begitu, dia mengaku sebelumnya sempat dihadapkan dengan dua pilihan yang membuatnya bingung. Pertama meneruskan pendidikan tingginya di Mesir atau menjadi anggota kepolisian.
"Saya punya cita-cita ingin kuliah di Mesir dan sudah ikut tes, setelah itu dapat panggilan. Begitu pula dengan ikut tes polisi dan mendapat panggilan. Di situ yang cukup berat menentukan pilihan," ungkapnya.
Menurutnya, kuliah di Mesir dan mendalami ilmu agama merupakan cita-citanya. Namun, di sisi lain menjadi polwan juga dirasa memiliki masa depan yang sangat baik. Kedua kesempatan itu, tidak datang dua kali. "Akhirnya saya memilih untuk menjadi polwan. Saya berpikir ini sudah menjadi jalan hidup saya. Meski tidak dapat kuliah di Mesir, saya tetap membulatkan tekad untuk terus menghafal Alquran," jelasnya.
Dengan sistem membaca sampai tiga kali, lalu diulang kembali perayat, dia akhirnya hafal 20 juz. Kini, dia masih berusaha menghafal Alquran hingga 30 juz dengan menggunakan pola yang sama.
Ketika disinggung mengenai HUT Bhayangkara, menurut dara berhijab ini, dia berharap koprs tempatnya bernaung dapat lebih baik lagi kedepan. Dia tidak memungkiri, masih banyak pandangan buruk mengenai polisi. "Sebagai penegak hukum, harus bisa lebih adil lagi dalam menegakan hukum. Yang bener katakan benar jika memang benar dan salah katakan salah jika itu salah," harapnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.