MAKASSAR - Kasus penyerangan pos polisi di bundaran Samata, Kabupaten Gowa, oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang menyebabkan tewasnya anggota Sabhata Polres Gowa, Brigpol Irvanuddin dan kasus penyerangan anggota Kostrad di dekat lapangan Syekh Yusuf, yang menyebabkan tewasnya Pratu Aspin Mallombassang, sama-sama sudah diambil alih Polda Sulsel.
Polisi kini masih pada pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti yang diharapkan bisa memberi petunjuk akan kepastian siapa pelakunya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel, Kombes Polisi Khasril mengatakan, saat ini untuk kasus penyerangan pos polisi jumlah saksi yang telah diperiksa sebanyak 15 orang. Adapun untuk kasus penyerangan Pratu Aspin, sudah ada 10 saksi.
Adapun barang bukti kasus pos polisi antara lain empat selongsong pelurunya sejak awal sudah dikirim ke Labfor di Jakarta tetapi hasilnya saat ini masih ditunggu. Demikian juga dengan Circuit Closed Television (CCTV) yang diambil dari halaman kantor Bupati Gowa yang berhadapan dengan lapangan Syekh Yusuf, lokasi peristiwa penyerangan atas Pratu Aspin.
"CCTV tersebut juga telah dikirim ke pusat untuk diolah datanya karena di sini (Polda) Sulsel tidak tersedia peralatan," kata Kombes Polisi Khasril di Mapolda Susel, Selasa, (14/7/2015).
Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Anton Setiadji yang juga memberikan keterangan di kesempatan yang sama mengatakan, dirinya telah memerintahkan untuk mengambil dan memeriksa semua CCTV di kantor-kantor di sepanjang jalan dekat lokasi kejadian mulai dari sepanjang jl Syekh Yusuf hingga ke Jalan Rappocini, Makassar karena arah kaburnya pelaku adalah menuju Makassar.
Sementara ini, kata Anton, baru CCTV dari Pemda Gowa, yang diambil dari halaman kantor Bupati Gowa, berhadapan dengan lapangan Syekh Yusuf. "Pelaku pasti tidak memperkirakan jika ada CCTV di mana-mana," tuturnya.
Ditanya soal pernyataan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen Mulyono yang menyebutkan sudah diamankan seorang pelaku, Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Anton Setiadji mengatakan, akan dikroscek tapi dari pihak Kepolisian sendiri belum ditemukan satupun pelaku, baru indikasi-indikasi jadi belum ada tersangka.
"Dari CCTV itu nantinya akan memberikan petunjuk," jelasnya seraya menambahkan, dirinya tidak mau kait-kaitkan dua kasus yang terjadi di Gowa ini, penyerangan atas Brigpol Irvanuddin dan Pratu Aspin. Katanya tidak mencurigai siapa-siapa.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.