JAKARTA - Reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo sesuai dengan prediksi pengamat politik dan beberapa survei termasuk Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI). Mereka telah meprediksi sebagian besar Menteri Koordinator dan menteri-menteri di bidang ekonomi memang layak diganti.
“Sesuai dengan prediksi kami, dari keempat Menko itu yang paling aman ya Puan. Menko Perekonomian layak diganti karena berkenaan dengan perut rakyat. Menko Polhukam juga tak bisa meredakan kegaduhan politik dan hukum, sedangkan Menko Maritim memang harus diganti karena banyak janji-janji Jokowi ada di Menko Kemaritiman namun banyak yang belum terealisasi,” kata pengamat politik dan ketua tim Kedai KOPI Hendri Satrio kepada media, Kamis (13/8/2015).
Menurutnya, susunan reshuffle itu sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Kedai KOPI beberapa waktu. “Dalam survei kami menemukan bahwa menteri Sekretaris Kabinet seperti Andi Wijoyanto memang layak diganti tidak peform dengan jobnya. Bappenas juga begitu. Bappenas vital karena di situ think thank perencanaan Jokowi. Jika perencanaan tidak matang, maka penjabarannya akan tidak matang,” kata Henri Satrio.
Apapun yang diputuskan oleh Jokowi, menurut Hendri adalah perubahan ini bisa direspons dengan baik oleh pasar. “Karena hari ini dibuka dengan respons yang tidak terlalu baik dari pasar semoga dengan dilantiknya menteri baru ini respon pasar bisa membaik,” kata Hendri.
Sementara itu pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan bahwa reshuffle adalah pilihan yang bijak untuk saat ini. “ Jika tidak melakukan reshuffle justru tidak bijak karena situasi ekonomi tidak kunjung membaik,” kata Emrus.
Reshuffle dianggap tepat karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Situasi ekonomi tidak menjanjikan,” kata Emrus.
Emrus berharap Presiden Jokowi lebih tegas menindak anggota kabinet yang menyeleweng dari Nawacita dan Trisakti. Masalah pangan saat ini malah tak kunjung membaik dan berbagai masalah justru datang silih berganti.
Rabu siang, Jokowi melantik menteri barunya yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Darmin Nasution (menggantikan Sofjan Djalil), Menteri Koordinator Bidang Maritim: Rizal Ramli (menggantikan Indroyono Susilo), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Luhut Binsar Panjaitan (mengganti Tedjo Edhy Purdijatno). Luhut juga merangkap sebagai Kepala Kantor Staf Presiden. Menteri Perdagangan: Thomas Lembong (menggantikan Rachmat Gobel), Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Sofjan Djalil (menggantikan Andrinof Chaniago), Sekretaris Kabinet: Pramono Anung (menggantikan Andi Widjajanto).
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.