Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

70 Tahun HUT RI, Ini Harapan Suku Baduy pada Jokowi

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2015 |13:58 WIB
70 Tahun HUT RI, Ini Harapan Suku Baduy pada Jokowi
Suku Baduy menghadiri upacara HUT RI di Istana Negara (Angkasa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sekira 2.000 warga mendapat undangan dari Preisden Joko Widodo untuk mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-70 di Istana Negara Jakarta. Di antaranya adalah perwakilan Suku Baduy yang tampak hadir dalam upacara pagi tai.

Mereka datang atas undangan dari Koordinator Yayasan Lembah Baliem, Lala, yang mengaku bahwa pihaknya membawa serta tujuh perwakilan masyarakat Baduy dalam dari Kampung Cibeo, yang sebelumnya hanya membawa perwakilan masyarakat Papua.

"Baru tahun ini kami mengajak masyarakat Baduy. Kami ingin mereka tahu upacara ini, mereka kan orang Indonesia juga," kata Lala di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/8/2015).

Ketujuh perwakilan masyarakat Baduy dipilih berdasarkan usia dan ketokohannya. Rombongan masyarakat Baduy yang diajak ke Istana dipimpin oleh Mursyid, seorang wakil kepala jaro Kampung Cibeo, Suku Baduy Dalam.

Mursyid dan keenam rekannya berjalan tanpa alas kaki dari Baduy Dalam ke Jakarta. Jalur yang dilintasinya adalah melalui Kampung Ciboleger, Rangkas, Banten, menyusuri rel kereta sampai tiba di Jakarta. Mereka memang dilarang menggunakan moda transportasi bermotor saat bepergian ke mana pun.

Di Jakarta, Mursyid dan rombongannya bermalam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. "Dapat undangan khusus. Ya bisa dikatakan begitu, leluhur juga ikut beserta memperjuangkan bangsa," kata Mursyid.

Ia mengaku bahagia setelah mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi pagi tadi. "Ini bagus sekali, sangat berbahagia. Sesuai apa yang dianjurkan bapak Presiden itu merupakan harapan kami. Baduy dalam lima orang, luar dua orang, nanti ada aturan seperti apa saya kurang tahu," terangnya.

Dia pun berharap agar Presiden Jokowi bisa memberikan kebijakan khusus untuk suku-suku adat agar bisa lebih sejahtera dalam mejalankan kehidupannya. "Sekaligus kami merasa hak-hak adat kami, identitas utama adalah KTP, kami mohon agama (kepercayaan) kami Sunda Wiwitan dimasukan, kami Baduy sesuai musyawarah. mohon disampaikan supaya ada respons positif dari bapak presiden untuk pertiimbangan dari bapak presiden," pungkasnya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement