Polisi Klaim Pengawalan Moge Sesuai aturan

Markus Yuwono, Sindoradio · Selasa 18 Agustus 2015 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 18 510 1198331 polisi-klaim-pengawalan-moge-sesuai-aturan-q97sTyVRXv.jpg Voorijder atau pengawalan polisi terhadap konvoi moge (Foto: SINDO)

YOGYAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, mengklaim pengawalan (voorijder) terhadap motor gede atau moge, sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji mengatakan, jika pengawalan oleh polisi terhadap pengguna moge sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 134 dan 135.

Meski dalam pasal 134 poin G yang dimaksud kendaraan iring-iringan yang bersifat mendesak dan penting, seperti untuk kendaraan pengangkut pasukan, penanganan ancaman bom, kendaraan penanganan huru-hara, serta kendaraan untuk bencana alam.

Tulus menganggap penjelasan itu hanya sebagai contoh penelaahan UU. "Itu hanya contohnya saja, soal pengawalan terhadap moge, memang tidak didetailkan. Tapi yang pasti polisi harus melakukan pengawalan sesuai pasal 134. Pengawalan Harley kemarin masuk ke pengamanan untuk tindakan preventif untuk menciptakan keamanan dan kelancaran," katanya di Ditlantas Polda DIY, Selasa (18/8/2015).

Ia berjanji, mulai sekarang akan memperketat izin saat melakukan pengawalan. "Kami akan selektif, karena ada banyak persepsi juga dalam poin 7 atau G itu," urainya lagi.

Disinggung mengenai banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna moge seperti lampu rotor, sirine dan tidak menggunakan helm standar, ia mengklaim telah memperingatkan peserta konvoi untuk mentaati peraturan. "Sebelum konvoi sudah kami ingatkan untuk mematuhi aturan," lanjut Tulus.

Tulus mengatakan, pihaknya dalam pengawalan tetap mempertimbangkan kondisi yang terjadi, jika tidak ada pengawalan. "Ini situasional, kalau konvoi menimbulkan kemacetan dan mengganggu karena itu pengawalan melihat situasi," tandasnya.

Sebelumnya, sang penghadang moge, Elanto Wijoyono dan beberapa warga Yogyakarta ke kantor Ditlantas Polda DIY. Hal ini untuk meminta penjelasan mengenai pengawalan konvoi saat acara Jogja Bike Rendezvous (JBR) ke-10 mulai 14-17 Agustus 2015.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini